
Sekarang Arion sudah duduk di bangku SMA dengan memakai baju seragam putih abu-abu nya. Jenni yang sudah sibuk kuliah dan mulai bekerja di perusahaan David ya sempat Jenni bertemu ayahnya hanya saja di cegah oleh David.
Bagi Jenni ayahnya sudah lama meninggal... sekarang Jenni sudah bisa hidup tenang tanpa di ganngu oleh ayahnya. Lusi yang menikah dengan Roy mereka mempunyai dua anak gadis yang kembar bernama VINA dan VINI yang baru duduk di bangku SMP.
Arion Wijaya...
Sikap yang dingin dan cuek dikelas banyak para gadis menyukainya, tapi ada satu gadis yang membuat hati Arion tertarik dan selalu menatap gadis itu diam-diam.
"Hai...Ion serius amat si lo di panggil gak dengar, liat siapa.?" tanya sahabat baik Arion yang bernama Rendy sahabatnya dari duduk di bangku SD.
"Lo liat cewek yang lagi duduk di kuncir tengah itu.?" ucap Ion sambil menatap matanya lada gadis yang dia maksud.
"OOO dia kan anak IPA yang bernama Yulita Setiawan." ucap Rendy.
"Lo kenal dia.?" ucap Ion.
"Iya siapa yang tidak kenal dia, gadis yang cantik dan pintar." ucap Rendy. "Jangan bilang lo suka sama dia." sambung Rendy yang mengerti sahabatnya.
Arion berjalan mendekat ke arah Yulita yamg lagi duduk sendiri sambil asik baca komik.
"Hai...kenalkan aku Arion Wijaya." ucap Arion sambil menjulurkan tangan pada Yulita.
__ADS_1
Yulita berdiri... Lalu menybut tangan Ion, gadis ini tidak sombong hanya memang dia lebih senang sendirian atau sama sahabat baiknya yang bernama Dewi. Karena Dewi lagi beli minum makanya Lita menunggunya di taman sekolah.
"Yulita." ucap Yulita yang berdiri. Yulita sadar mata para gadis memandang diri ya yang iri dan benci karena Ion mendekatinya.
"boleh duduk." ucap Ion.
Yulita hanya senyum sambil menganggukan kepalanya tanda bahwa boleh dan di persilakan.
"Sendiri.?" ucap Ion yang berbasa basi sangat garing.
"Dewi lagi beli minuman." ucap Yulita.
"Buat apa.?" tanya Yulita.
"Berikan saja." ucap Ion. Yulita menyerahkan ponselnya pada ion..
Arion memasukan nomor ponselnya lalu menyimpan nomornya di ponsel Yulita dan melakukan sebuah panggilan untuknya agar nomor Yulita masuk ke ponsel miliknya.
"Nanti akan aku hubungi kamu." ucap Ion.
Selesai bertukaran nomor ion pergi ke tempat Rendy sahabatnya itu.
__ADS_1
"Gila Lo bro... gue baru kali ini lihat Lo mau kenalan sama cewek. Lo yakin itu cewek mau sama Lo, asal Lo tau mama dia matre tau." ucap Rendy.
"Lo tenang aja bokap gue banyak duit, yang matre mama nya bukan dia ka.?." ucap Ion yang sedikit meledek.
"Dasar Lo..." ucap Rendy.
Sementara Yulita di datangin oleh cewek yang tergila gila pada ion. Gadis itu bermana Siska, Renata, Nindi dan Gabby... Dari tadi Renata ketua dari mereka memperhatikan ion yang sedang berkenalan pada Yulita.
"Eeeh...Lo jangan kencentilan ya." ucap nindi yang mendorong pundak Yuli.
"Lo pikir ion benaran suka sama Lo, jangan pede." ucap Siska yang ikotan.
"Jangan berani macem-macem karena ion adalah pacar Renata." ucap nindi.
"Hei kalian apa-apaan." ucap Dewi yang lagi duduk dari tadi menyimak 4 cewek itu.
"Sorry ya saya tidak punya waktu urus kalian, yuk dew kita pindah." ucap Yulita menarik tanga Dewi sahabatnya.
"Tapi Yul... gue belom puas ituin si Renata sama ganknya itu." ucap Dewi.
Bersambung....
__ADS_1