
Susan bingung kenapa Arion biasa saja istri pergi dari rumah berhari hari dia malah biasa saja dan tidak mencarinya keberadaan Nita dan putranya sendiri. Pria macem apa yang tidak sama sekali sedih atau berusaha mencari istrinya.
...*****...
Hari ini sudah 3 hari nenek di rawat di rumah sakit... Sebenarnya nenek sudah sembuh dan tidak kenapa Napa hanya dirinya merasa sangat kesal pada Arion cucu nya yang bersikap cuek pada Nita sampai Nita kabur saja Arion cuek.
Pagi ini hari Minggu yang cukup cerah, Cindy dan David berencana pergi berdua saja ke suatu tempat daerah selatan. Mereka pergi kesebuah rumah yang bercat biru muda.
Tok...tok...tok...
"Iya tunggu sebentar." ucap suara seseorang dari dalam, pintu rumah itu sebenarnya terbuka tapi tetap saja Cindy dan David harus mengetuk pintu terlebih dahulu bila bertamu kerumah orang.
"Nyonya, Tuan...Pasti nyari Nita mari masuk, silakan duduk saya panggil Nita." ucap bibi Lena.
"Iya Bu Lena..." ucap Cindy lalu duduk.
Nita datang menemui David dan Cindy mertuanya, bersama nenek dan paman Herman yang mendampinginya.
"Mama papa...apa kabarnya.?" ucap Nita.
"Kami baik baik saja, kamu dan Irwan bagaimana.?" ucap Cindy.
__ADS_1
"Pak Herman maaf saya menganggu waktu santai kalian." ucap Cindy.
"Tidak apa nyonya tuan." ucap paman Herman.
"Kemana putra kamu.?" ucap nenek Siti yang sedikit emosi.
"Arion ada, dia lagi merawat mama yang masuk rumah sakit." Cindy terpaksa bohong karena melihat sikap nenek Siti yang sudah emosi.
"Apa tujuan kalian kesini, walau kami orang miskin tapi bukan seenak kalian." ucap nenek Siti.
"Nenek... Mama, papa maafin nenek." ucap Nita. Yang merasa tidak enak pada Cindy dan David akan sikap nenek.
"Tidak apa apa Nita, karena ini memang salah kami juga Nita.." ucap Cindy.
"Kami kesini mau menjemput Nita." ucap Cindy dan David.
"Mama, papa kalau saya boleh tau nenek sakit apa.?" ucap Nita..
"Nenek baik baik saja hanya nenek terlalu emosi." ucap David.
"Kalau emang kalian mau menjemput Nita, saya sih boleh boleh saja tapi semua saya balikan kembali pada Nita nya tuan." ucap paman Herman.
__ADS_1
"Saya tidak kasih saya mau Arion datang kesini untuk minta maaf." ucap nenek Siti.
"Nenek," ucap Nita..
"Baiklah." ucap Cindy mengerti.
"Nenek, tapi bolehkan saya izin menemui nenek Linda." ucap Nita.
"Tidak, kalau kamu pergi lebih baik tidak usah kembali lagi." ucap nenek Siti.
Nita membujuk nenek Siti lumayan lama, sampai akhirnya nenek Siti luluh walau hatinya sangat sedih dengan berat hati nenek Siti mengijinkan Nita dan Irwan ikot bersama David dan Cindy.
"Nenek...Bagaiman kabarnya.?" ucap Nita yang baru sampai di rumah sakit.
"Nita... Kemari sayang nenek kangen sekali pada kamu dan Irwan apa kalian baik baik saja?" ucap nenek Linda yang hebbo dan senang sekali ketemu Nita.
Di rumah sakit hanya ada Jenni dan Shereen serta baby sister Shereen. Nita menyapa Jenni juga dan suster.
"Aku baik nek." ucap Nita.
"Nita jangan pernah lagi kamu kabur ya sayang, nenek yakin Arion pasti mencintai kamu." ucap nenek Linda.
__ADS_1
Nita hanya senyum karena Nita yakin Arion sangat membenci dirinya... Setiap apa yang Nita sentuh miliknya Arion sangatlah marah dan selalu bilang ( Barang itu lebih berharga di banding dirinya. ) ucap Arion pada Nita seakan Nita yang memancing Arion untuk tidur malam itu.