
Setelah Marco pergi hanya tinggal David dan Cindy...
"Tuan apa anda sudah sarapan.?" ucap Cindy.
"Belom." ucap David dengan wajah datarnya.
"Kita sarapan bersama." ucap ku sambil menuangkan sayur di piring.
David berdiri dan mendekat ke arah meja makan, aku dan dirinya makan bersama dengan Jenni yang sudah bangun lalu mandi dan bergabung dengan kami untuk sarapan.
aku menyuapin Jenni David melihatnya, tapi aku pura-pura tidak tau karena aku sangat gugup David memandangku seperti itu yang tidak dapat di artikan.
Selesai sarapan dan bersih...David bertanya pada ku, "kenapa dengan barang-barang ini.?" ucapnya sambil menunjuk dua koper ruang depan.
__ADS_1
"Rumah ini bukan rumah saya lagi tuan, aku akan pindah mencari kontrakan. apa boleh aku tinggal bersama Jenni tuan, dia hanya memiliki saya saat ini." ucap ku tanpa sadar air mataku jatuh dan David melihatnya.
Sungguh aku malu dengan diriku yang sekarang, apalagi aku sampai menangis di hadapannya... Sebenarnya saat aku berhadapan pada David, selalu teringat di telinga ku ucapannya yang selalu terputar di ingatan aku.
( Jangan pernah kamu meminta lebih dari ku...sudah cukup keluarga aku menolong dirimu, jangan karena aku sudah pernah berhubungan dengan kamu, semua kau buat untuk mengancam aku.) Kata- kata itulah yang membuat aku sedih.
Aku memang mengandung anaknya...Ini adalah tanda balas budi aku pada nyonya Linda dan tuan Doni yang baik pada aku serta nenek yang menyayangi aku seperti cucu nya sendiri. Ini adalah kewajiban aku sebagai menantu biar bagaimana pasti mereka mengharapkan seorang cucu.
Walau aku sebenarnya ingin sekali kabur dari David, karena jujur aku takut dan cemas sekali suatu saat David akan memisahkan aku dari anakku.
"Apa yang kamu pikirkan, kenapa diam saja saat aku bicara." ucap David.
Sementara aku kesakitan pada kening aku yang di sentilnya.
__ADS_1
"Auw...tuan, maaf saya hanya memikirkan takut anda marah." ucapku tak tau harus jawab apa jadi aku asal bicara saja.
"Ayok kita berangkat biarkan semua barang mu disini, aku sudah kesiangan." ucap David sambil melihat jam di tangannya.
"Saya tidak ingin merepotkan anda tuan." ucap ku dan david pun menghentikan langkahnya.
"Apa kamu ingin kabur dari aku sambil membawa anak ku yang masi di dalam perut kamu.?" ucapnya entah mengapa membuat aku sedih " Deg.." langsung ke jantungku rasanya sakit sekali mendengar ucapan itu yang keluar dari mulutnya.
"Tidak tuan, Aku hanya tidak mau Jenni menjadi beban anda saja tuan." ucap ku yang sudah deras mengeluarkan air mata, ternyata benar saja dia lebih peduli pada anaknya aku senang, tapi aku juga takut David memisahkan saya pada anakku.
Aku tidak berdebat lagi pada David aku menurut padanya ikot dengannya, saat David sudah pergi sehabis mengantar kami pulang kerumahnya, Lulu tiba-tiba datang dan mendekat ke arah ku.
Dia langsung menggampar wajahku di depan Jenni, sungguh Jenni takut sekali padanya dan bersembunyi di belakang tubuhku.
__ADS_1
"Dasar kamu ******* yang tidak tahu malunya,gugurkan anak itu atau aku yang akan menggugurnakannya." ucap lulu sampai membuat aku sangat takut.
"Jangan-jangan ibu kamu juga seorang *******." ucapnya membuat aku sangat marah lalu menggampar wajahnya yang cantik, aku terima dirinya menghina aku, tapi aku tidak terima dia menghina ALMH.Ibu aku yang tanahnya saja Masi basah sekarang.