CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Di kamar...


__ADS_3

Arion memperhatikan Nita yang sudah selesai memperhatikan memakaikan baju anaknya itu begitu teliti dan berperasaan Nita memakaikan baju pada bayinya. Lalu menidurkannya setelah merasa Irwan tidur dengan nyenyak Nita langsung pergi mandi.


Ya Nita dan Arion selalu diam, paling Nita yang akan berbicara duluan sekadar basa basi pada Arion atau menawarkan bantuan untuk Arion.


Setelah Nita masuk kamar mandi Arion mendekat ke Irwan yang lagi tidur di box bayi yang di berikan oleh Lusi... Tiba tiba Irwan membuka matanya menatap Arion dan tersenyum bayi mungil yang menggemaskan, seakan ingin mengajak Arion berbicara.


"Tuan, apa Irwan nangis, maaf ya tuan" ucap Nita yang keluar dari kamar mandi melihat Arion mendekat ke Irwan membuat Nita entah kenapa jadi panik.


"Tidak..." ucap Arion.


"Terimakasih banyak tuan sudah menjaga Irwan, Tuan apa sebaiknya kita balik saja.?" ucap Nita.


"Iya..." ucap Arion lalu pergi keluar kamar.


Arion turun kebawah, di mana sudah ada mama, papa dan keluarga lainnya yang lagi duduk di ruang keluarga.


"Arion mana Nita dan Irwan.?" tanya nenek.


"Di kamar nek, mungkin sebentar lagi di akan turun." ucap Arion yang duduk gabung bersama keluarga yang lain.

__ADS_1


"Besok jadwal imunisasi Irwan, kamu bisa pergi antar.?" ucap Cindy.


"Baiklah." ucap Arion.


Keesokan harinya setelah beres beres Nita dan Arion pergi kerumah sakit lalu balik ke apartement rencana mereka seperti itu. Sesampai di rumah sakit dan saat melakukan pembayaran Nita sangat terkejut akan biaya imunisasi Irwan.


"Semau satu juta Bu." ucap suster tersebut. Arion hanya diam dirinya tidak ada mengeluarkan apa pun untuk membayar hanya berdiri di samping Nita.


"Pakai ini sus." Nita mengeluarkan kartu miliknya buka kartu yang di beri oleh Arion, karena niat Nita akan mengembalikannya pada Arion.


Arion yang melihat wajah Nita sedikit terkejut setelah mendengar harga imunisasi... Tapi jujur Nita merasa lega karena akan tinggal di apartemen Arion pasti tidak akan peduli pada dirinya dan tidak akan ada yang menyuruh Arion bersikap baik pada Nita.


Jadi Nita berniat untuk imunisasi selanjutnya Irwan akan di bawa ke puskesmas saja karena biaya lebih murah.


"Iya bibi, bibi apa kabarnya.?" ucap Nita.


"Saya baik nona." ucap bi Ani.


"Saya masuk kamar dulu ya Bi." ucap Nita.

__ADS_1


"Bi apa aman aku tinggal selama ini.?" ucap Arion.


"Aman tuan." ucap Bi Ani lalu pergi lanjut bekerja.


Sudah dua Minggu berlalu Nita dan Arion tinggal di apartement sikap Arion tetap saja cuek pada Nita dan bayinya walau kadang Arion melihat Irwan saat di gendong oleh Bi Ani.


"Tuan, maaf saya mau minta izin pulang kampung." ucap Bi Ani.


"Berapa lama.?" tanya Arion.


"Saya mau izin 1minggu saja tuan, kalau boleh.?" ucap Bi Ani.


"Baiklah Bi kalau gtu." ucap Arion menyerahkan sebuah amplop pada Bi Ani.


"Apa ini tuan.?" ucap Bi Ani.


"Ini untuk bibi dan keluarga bibi." ucap Arion.


"Makasih banyak tuan." Bi Ani pamit juga pada Nita.

__ADS_1


Sudah 3ari Bi Ani pergi jadi semua kerjaan Nita yang kerjakan, Nita memberanikan diri untuk membersihkan kamar Arion walaupun sudah pernah di larang sejak mereka baru pindah.


Betapa terkejutnya Nita melihat kamar Arion, di meja kerja Arion terpajang foto Yulita... Sakit sakit sekali hati Nita walau mesti Nita ingin menerimanya tapi rasanya hatinya tidak sanggup menerima semuanya.


__ADS_2