
Seminggu kejadian penculikan Cindy, David lebih siaga dan tidak pernah pergi keluar kota untuk menghadiri rapat atau proyek dan semua di handel oleh Roy...
" Jenni senang dedek sudah boleh pulang sama tante." ucap Jenni yang selalu menemani Ion di kamar bersama Cindy.
"Jenni harus sayang sama dedek ya." ucap Lusi.
"Iya Tante..." ucap Jenni...
" Nanti juga Dedek boleh main, mainan Jenni..." ucap Jenni.
" Jangan Jenni kan cewek dedek cowok jadi gak boleh main mainan Jenni." ucap Tante Linda.
" hahahaha..." nenek Widia hanya ketawa saja dirinya senang sekali dirumahnya rame dan di tambah ada Jenni dan Ion melengkapi hari tua nya.
" Nenek...kenapa ketawa." ucap Jenni.
"Sini Jenni sama nenek." ucap nenek Widia.
Jenni pun duduk di pangkuan nenek Widia, Cindy yang melihat sangat senang sekali karena keluarga suaminya dapat menerima Jenni dan dirinya.
"Ada apa ini rame-rame, oppa boleh gabung tidak.?" ucap tuan Doni yang baru datang.
"Boleh oppa." ucap Jenni yang langsung berlari menuju oppa Doni, yang menyambut Jenni lalu menggendong Jenni.
__ADS_1
"oppa...kata Tante Lusi dedek tidak boleh main mainan Jenni." ucap Jenni mengadu pada tuan Doni.
" Iya dedek nanti mainnya robot dan mobilan, Jenni juga tidak main mainan dedek Ion ya." ucap tuan Doni.
" ma, nenek dan semua terimakasih kalian sudah mau menerima aku dan Jenni." ucap Cindy.
"Sayang justru kami yang terimakasih kehadiran kamu dan Jenni menambah suasana rumah menjadi lebih ceria..." ucap nyonya Linda.
"Sebentar lagi David pulang, kita pada mandi dulu, Jenni sama Tante Lusi ya." ucap nenek Widia.
"Baik.." ucap Jenni lalu mengikoti Lusi menuju kamarnya.
" Tuan Donni dan nyonya Linda masuk kamarnya, nenek Masi di kamar Cindy bantu Cindy mandiin Ion setelah itu jaga ion, dan Cindy pergi mandi. Setelah selesai baru lah nenek Widia pergi mandi.
"Wah anak papa sudah wangi ya.?" ucap David yang mencium anaknya.
" Papa juga sudah wangi." ucap Cindy .
David tersenyum dan mencium Cindy, mereka tidak tau Jenni masuk. Jenni yang melihat di dekat pintu yang lagi berdiri langsung menutup matanya pakai tangan.
"kamu..." ucap Cindy yang malu langsung dorong David.
"Sini sayang." ucap Cindy pada Jenni.
__ADS_1
" Tadi Jenni tidak lihat kok." ucap Jenni.
"Jenni mau om cium juga.?" ucap David.
"Tidak mau...om kan cowok." ucap Jenni lalu menutup pipi nya.
"Kalau om boleh cium Jenni karena om kan papa Jenni juga, tapi cowok lain tidak boleh, akan om pukul." ucap David Cindy hanya tersenyum bahagia.
"Terimakasih ya." ucap Cindy.
"Aku sudah urus semua, sekarang Jenni sudah menjadi anggota keluarga kita...sudah tidak boleh ada yang misahin Jenni dari kamu, ayahnya juga tidak boleh mengambil Jenni." ucap David.
"Aku hanya bisa bilang terimakasih." ucap Cindy.
"Hey kenapa kamu menangis, kamu sudah kasih aku lebih, Cinta dari kamu, kesabaran kamu." ucap David.
emuach...Cindy mencium David di depan Jenni. Sementara Jenni hanya tersenyum melihat om dan tantenya bermesraan.
"kalau gitu ayok kita turun makan malam, kamu harus makan banyak biar Ion bisa dapat ASI yang banyak dari mami nya." ucap David menggendong Ion buat turun ke bawah.
*****
Bersambung....
__ADS_1