
Setelah berbincang bebek Widia tertidur karena pengaruh obat yang diminumnya...jam sudah menunjukan pukul 12siang waktunya makan siang...seorang perawat yang membawa meja dorong berisi makanan dan meletakkannya di meja samping ranjang.
Cindy mengucap terimakasih..kepada suster yang membawa makanan...setelah dirinya menutup pintu kamar tersebut nenek Widia bangun, Cindy melihat langsung membantu nenek Widia bersandar di ranjang pasien yang dibuat agak meninggi bagian kepalanya..
"Apa nenek mau makan.?" tanya Cindy setelah membeli nenek Widia minum air.
"boleh,saya makan siang." ucap nenek.
Cindy menyuapin nenek Widia pelan dan penuh kasih sayang...mereka berbincang dan setiap perbincangan mereka disertai tawa...sehingga terdengar keluar, David yang baru datang bersama Daniel,Yuli istrinya serta William dan Nita...mereka mendengar tawa di ruangan nenek Widia langsung masuk...
Cindy dan nenek melihat ke arah pintu yang terbuka...ternyata cucunya dan kawan-kawannya yang datang menjenguk nenek...Cindy berdiri memberi hormat pada David,karena biar bagaimana David adalah anak dari bosnya bagi Cindy.
"Cindy...kamu disini.?" tanya Yuli...
"iya kak..." ucap Cindy.
"kalian kenal Cindy.?" tanya nenek pada Daniel,Wiliam dan Yuli...
"iya kami sangat kenal sekali sama Cindy,Nita sahabat baik Cindy nek." ucap ketiga orang itu.
" Bagus dung kalau kalian kenal cindy." ucap nenek.
__ADS_1
David sedikit datar wajahnya memandang neneknya...David melihat neneknya baik-baik saja.
"sepertinya nenek sudah sehat." ucap David.
Mendengar ucapan David wajah nenek langsung berubah dan membuang muka tidak ingin melihat cucu kesayangannya David..dan tidak menjawab pertanyaan David..Daniel,Wiliam dan Yuli serta Nita yang melihat nenek sepertinya marah sama David mereka mengalikan pembicaraan.
"Cin...kamu gak kerja hari ini.?" tanya Nita sahabat Cindy.
"Aku tidak kerja,nyonya Linda menyuruh aku disini." ucap Cindy.
"kamu pindah tugas ya." ucap Yuli..
Semua hanya ketawa...Cindy hanya diam dirinya bingung untuk jawab apa karena nyonya Linda langsung mengajaknya kesini...
"nenek cepet sembuh ya.." ucap Yuli.
"buat apa nenek sembuh,mungkin ada yang senang kalau nenek meninggal..." ucap nenek widia dengan wajah kesal.
Sementara David sedikit kesal dengan ucapan neneknya...ia tau neneknya bicara gitu untuknya.
"Nenek jangan bicara seperti itu..." ucap Cindy.
__ADS_1
"iya nek...jangan ngomong sembarangan nek." ucap Yuli..
"Kamu sudah berapa bulan kehamilan mu yul.? tanya nenek sambil mengelus perut Yuli.
"baru masuk lima bulan nek." jawab Yuli.
"seandainya nenek diberikesempatan buat liat cicit nenek...tapi sepertinya tidak akan mungkin walau nenek meninggal mungkin tidak ada cicit." ucap nenek dengan wajah sedih.
"Nanti Wiliam juga akan menikah semoga kalian cepet punya anak ya." sambung nenek.
"terimakasih nek doanya." ucap Nita.
David melihat ke arah Cindy yang menyuapin nenek makan...daniel,Wiliam,Yuli dan Nita melihat...Cindy menyuap nenek dengan sangat penuh perhatian dan seperti nenek sendiri yang sedang iya rawat.
"Cin...semoga kamu bisa nyusul kayak aku juga ya." ucap Nita.
"Iya...kamu gadis cantik dan baik,sekarang kamu yang merawat Jenni kan.?" ucap Yuli.
"Kalian bisa saja..." ucap Cindy.
"Benar kata mereka Cindy...lelaki ya g jadi suami kamu pasti sangat beruntung bisa dapatin kamu." ucap nenek.
__ADS_1