
Sudah tiga bulan dan sekarang kehamilan Nita sudah masuk 8 bulan...Shereen sudah berusia tiga bulan, tuan Jasper juga sudah kembali ke panti jompo.
"Nita...kamu sarapan dulu sayang." ucap nenek Linda.
"Iya nek.... Makasih." ucap Nita.
"Arion, kata papa meeting yang di luar kota sudah di handel sama papa hari ini." ucap Cindy.
"Jadi kamu bebas hari ini." ucap nenek.
"Ya Arion tetap harus kekantor." ucap Arion.
"Sudah ada Rudy." ucap nenek.
"Kamu hari ini tugasnya hanya antar Nita belanja keperluan bayi." ucap Cindy.
"Nita bisa sendiri ma." ucap Nita.
" Memang kamu sendiri yang pilih." ucap Cindy.
"Yasudah kalian pergi sekarang saja." ucap nenek dan Cindy.
"Ini masih terlalu pagi mama." ucap Arion.
Di taman belakang Nita, kak Jenni, Cindy dan nenek mereka lagi mengajak main Shereen..
__ADS_1
" Nanti Shereen ada temennya." ucap Jenni.
"Iya sudah gak sabar nunggu anak kamu keluar Nita." ucap Cindy.
"Sudah lama rumah ini sepi dan tidak pernah lagi dengar tangis bayi semenjak si kembar sudah dewasa." ucap nenek Linda.
Arion dari jendela sambil telephon melihat ke arah Nita yang lagi duduk dengan perutnya yang sudah membesar... Selama Nita hamil Arion tidak pernah menemani Nita kontrol dan memegang perutnya atau mengajak bicara anaknya di dalam perut.
" Kamu sudah siap." ucap Arion yang turun menghampiri Nita.
"Saya ambil tas saya dulu tuan." ucap Nita lalu pergi.
"Sampai kapan Nita akan berhenti memanggil kamu taun.? Kakak bingung sama kamu Arion sikap ku selalu saja cuek pada Nita." ucap kak Jenni.
"Biarkan saja." ucap Arion.
"Kemaren aku sudah menggendong belajar Mulu." ucap Arion mengambil Shereen dari gendongan nenek.
"Saya sudah siap tuan." ucap Nita yang tiba.
Arion mengembalikan Shereen ke Jenni kakaknya...Nita dan Arion pamit pada Cindy, Jenni dan nenek Linda.
"Tuan biar saya pergi sendiri saja dan turunkan saya di halte." ucap Nita pada Arion yang.lagi fokus menyetir.
Halte sudah di lewatin sama Arion iya tidak berhenti atau tidak menurunkan Nita di halte seperti permintaan Nita... Mereka sampai di sebuah mall yang besar dan elit, langsung menuju ke sebuah toko perlengkapan bayi di mall tersebut.
__ADS_1
Arion melihat Agus kakaknya Yuli bersama wanita hamil dan seorang anak kecil... Pemandangannya yang buat iri Agus sangat perhatian pada istrinya, tapi di sisi lain Nita bertemu Daren.
"Nita..." sapa Daren.
"Kakak, belanja juga disini." ucap Nita, Arion menoleh dan memperhatikan Daren.
"Iya sahabat saya istrinya melahirkan, jadi saya mau cari kado bisa bantu pilihin tidak?" ucap Daren tidak sadar kalau ada Arion.
"Kamu gak bisa pilih sendiri.?" ucap Arion.
Daren sadar akan keberadaan Arion setelah Arion menegurnya.
"Anda siapa.?" ucap Daren.
"Kenalkan kak Daren ini..." ucap Nita di potong Arion.
"Saya suami Nita." berbicara tanpa menyambut salaman tangan dari Daren.
"Ya saya boleh pinjam istrinya buat bantuin pilih kado.?" ucap Daren.
"Iya biar saya bantuin, anaknya cewek apa cowok kak.?" ucap Nita.
Entah kenapa Arion sangat kesal sekali melihat Nit menolong Daren.
Akhirnya Nita selesai membantu Daren memilih jadi, Daren pergi ke kasir untuk bayar belanjaannya, selsai bayar Daren menghampiri Nita dan memberikan satu bungkus paper bag ke Nita.
__ADS_1
"Nita.. ini untuk kamu." ucap Daren.
"Terimakasih kak." Nita mengambilnya.