CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Amarah...


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan di kamar ku.?" ucap Arion yang masuk kamar melihat Nita sedang berdiri di meja kerjanya...


"Tuan saya hanya mau bersih bersih..." ucap Nita.


"eeeh...bersih bersih, pasti kamu mau melakukan sesuatu." ucap Arion sinis..


"Tidak tuan..." ucap Nita, Prang... sebuah bingkai foto terjatuh Nita tidak sengaja menyonggelnya.


"Ka...KAMU KELUAR DARI SINI SAYA TIDAK MAU MELIHAT KAMU." ucap Arion sangat marah dan penuh penekanan.


"Tuan maaf saya..." ucap Nita...tapi Arion tetap marah dan emosi pada Nita.


"KELUAR SAYA BILANG KELUAR DARI SINI.." ucap Arion menunjuk sebuah pintu kamarnya.


Nita langsung keluar dan menangis... Di dalam kamar dirinya hanya bisa menangis dan mengingat apa ucapan Arion dan kemarahan Arion. ( Betapa berharga sekali foto itu... dan mengapa tuan muda menuduh ku yang bukan bukan.) ucap batin Nita sambil memeluk bantal dirinya.


Nita bangun subuh sekali untuk beres beres di apartementnya, setelah merasa semua telah beres ia merapikan pakaian dirinya dan anaknya Irwan kedalam koper miliknya. Ya Nita berencana ingin pergi dari apartement Arion meski berat karena Nita memikirkan kondisi nenek Linda.


Tapi Nita sudah tidak tahan lagi ia tidak ingin membuat Arion salah paham pada dirinya lagi, Nita hanya ingin Arion bisa bahagia dan tidak emosian terus padanya. Akhirnya Nita pergi dari apartement Arion selagi Arion masi tertidur.


Pukul lima subuh Nita pergi dari apartement, sementara Arion jam tujuh pagi sudah bangun dan segera keluar tidak menyadari bahwa Nita tidak ada di kamarnya.

__ADS_1


"Tumben Lo bos datang pagi.?" ucap Rudy yang bertemu di depan lift.


"Kamu saja kali yang datang kesiangan." ucap Arion.


"Hehehe... Ia semalam begadang anak aku Keyla rewel jadi aku temenin Dewy begadang." ucap Rudy.


"Bagus dong." ucap Arion.


"Emangnya kamu, aku kan sayang istri dan anak aku." ucap Rudy.


"Maksud kamu?" ucap Arion.


"Santai bro... Aku kan bilang kenyataan kadang aku kasian dengan Nita, tapi aku juga salut sama Nita dia gadis yang kuat dan baik." ucap Rudy.


"Baiklah aku keruangan aku dulu." ucap Rudy lalu pergi ke ruangannya.


...*****...


Nita sudah sampai dirumah Pamannya yang bernama Herman adik dari ibunya, hanya mereka lah yang Nita miliki nenek Siti ibu dari ibunya, Bibi Lena istri paman Herman dan sepupu Nita bernama Susan


"Kak Nita..." sapa Susan yang baru akan berangkat kerja dan Nita yang baru saja sampai mereka berpapasan saat Santo akan buka pintu dan Nita yang akan mengetok pintu.

__ADS_1


"Siapa Susan yang datang?" Ucap nenek Siti.


"Kak Nita nek." ucap Susan..


"Nita...Kenapa kamu kesini.?" ucap paman Herman.


"Mana suami kamu.?" tanya bibi Lena yang celingak-celinguk seperti mencari keberadaan Arion.


"Nita hanya datang bersama anak Nita saja Bi." ucap Nita.


"Apa terjadi sesuatu pada kamu.?" ucap nenek Siti.


"Tidak nek, aku hanya kangen pada kalian... apa boleh aku tinggal disini." ucap Nita.


"Boleh dong kak, Kaka tidur di kamar aku biar aku tidur sama nenek." ucap Susan lalu dirinya pamit untuk berangkat kerja.


Nenek dan paman Herman masi curiga pada Nita dirinya yakin pasti terjadi sesuatu dengan Nita dan suaminya.


"Nita... Apa boleh nenek masuk.?" ucap nenek yang berdiri di depan pintu kamar Susan yang sekarang di tempatin Nita.


"Masuk saja nek." ucap Nita... Yang sambil memberikan asi pada Irwan karena tiga jam perjalan Nita tadi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2