
Daniel,William,Yuli dan Nita mereka saling melempar kata untuk Cindy..hanya David saja yang diam dan tidak berbicara. sibuk dengan handphone miliknya.
tubuhnya menyender di sofa memijit pelan keningnya.
Flashback..on
Saat David baru pulang mengantar Cindy dari rumah...nenek Widia mengajak David berbicara di ruang tengah.
nenek widia : David nenek ingin kamu cepet menikah.!
David : nek aku tidak mau di paksa menikah...nenek boleh memaksa aku hal yang lain tapi tidak untuk menikah.
nenek Widia : apa salahnya menikah vid.? nenek ingin meminang cucu anak dari kamu.
David : kalau nenek mau cucu...oke David bisa mengambil anak dari panti asuhan.
tiba-tiba nenek Widia malah jatuh pingsan.
Flashback...of.
Itulah awal nenek masuk rumah sakit...setelah berdebat kecil dengan David cucunya..
__ADS_1
David dan kawannya sudah balik...setelah semua balik,tak lama Cindy ikot pamit balik karna matahari sudah mulai terbenam...David sudah datang pulang dari kantor jam sudah menunjukan pukul 17.30 sore.
saat di depan halte bus rumah sakit...David yang mau masukan mobilnya kepekarangan rumah sakit melihat Cindy yang lagi menunggu angkotan umum di halte bus. ada niat David mau mengantar Cindy, namun di urungkan karena dia tidak mau membuat Cindy salah paham nantinya.
David sudah memakirkan mobilnya dan sudah berjalan di lorong rumah sakit menuju kamar nenek...dirinya sudah di dalam ruangan nenek tapi...david Masi kepikiran dengan Cindy yang tadi lagi berdiri di halte bus.
nenek menyerahkan David dompet cindy.
"vid...tolong kamu antarkan dompet cindy." ucap nenek.
David menerima dompet cindy yang diberi oleh nenek...
"biar besok saja mama,yang kasih di toko milik mama." ucap David.
David mengambil dompet cindy dan segera pergi mengantar dompet cindy, dirinya berharap semoga Cindy Masi ada di halte bus...ternyata sayang Cindy sudah pergi.
sementara Cindy di dalam angkot sadar dompetnya tidak ada ia menelepon ibunya untuk tunggu di depan gang buat membayar uang angkot.
Akhirnya Cindy sampai...ibu Mira dan Jenni sudah menunggu Cindy selesai melakukan pembayaran akhirnya Cindy dan ibu sampai rumah.
David sampai di gang rumah Cindy,karena mobil tidak bisa masuk akhirnya David memakirkan mobilnya di depan toko minimarket dan ia berjalan kerumah Cindy.
__ADS_1
rumah yang di urutan kedua cat warna cream sedikit halaman bernomor 45. adalah rumah Cindy.
tok...tok...
Cindy membukakan pintu..karena pintu rumahnya ada yang mengetok.
ceklek...
betapa terkejutnya Cindy melihat David yang datang.
"Tuan..." ucap Cindy saat dirinya hendak menawarkan masuk David sudah memotongnya.
"Aku hanya mau kasih ini." ucap David menyodorkan dompet cindy.
Cindy menerimanya...dirinya merasa tidak enak David yang mengantarkan padahal rencananya besok mau mampir sekalian jenguk nenek Widia dirumah sakit setelah pulang kerja.
"Terimakasih tuan." saat Cindy lagi berbicara,Jenni yang datang menangis langsung memeluk Cindy, dan Cindy langsung menggendong ponakannya itu.
David yang melihat sedikit aneh dengan perasaannya pada pemandangan Cindy dan jenni..
Akhirnya David pamit dari rumah Cindy...Cindy ikot mengantarkan David sampai depan gang. di perjalanan gang jenny mengajak Cindy bicara terus..
__ADS_1
"Tante..kapan mama pulang.?" tanya Jenni.
"jenny jangan nangis,nanti mama tidak mau pulang...sekarang kita beli mainan ya." ucap Cindy yang sambil mengendong dan menghapus air mata di pipi jenny.