CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Liburan...


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu Lusi untuk pergi berlibur bersama keluarganya dan temen kakaknya...memang Lusi pergi bersama, nenek Widia, papa Doni dan nyonya Linda serta pak Yuda sebagai supir ya...


Sementara David berdua dengan Cindy dan asistenya Rony ...Wiliam dan Nita, Daniel dan istri serta anak dan babysisternya...anak Daniel baru berusia 1tahun lebih yang bernama Jansen.


Mereka sampai di sebuah pantai yang dengan angin laut yang kencang suara ombak yang berirama... Di sebuah vila yang berdiri dekat laut tidak jauh dari pemungkiman penduduk nelayan sekitar sekitar satu jam dari tempat penduduk.


"Waaaah segarnya.."ucap Lusi yang berlari ke tepi laut..


"Kamu gk takut itam lus.?" ucap Yuli.


"Tidak kak...ayok Dede Jansen kita main." ucap Lusi.


"kamu ini Jansen masi bayi." ucap Daniel.


"sudah kamu sama Rony." ucap William.


Sementara Rony tetap cuek...sedangkan Lusi menatap rony dengan senyum malu...Lusi dan Rony memang jomblo, Rony sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Lusi terlalu dekat dengan mama linda membuatnya sangat manja dan kurang pergaulan itulah penyebab mereka sampai sekarang masi jomblo.


Malam ini semua bersiap pergi makan malam yang sudah di pesan oleh tuan Doni...semua sangat terhibur oleh tingkah Jansen anak Daniel yang tampak menggemaskan. yang baru belajar bicara.

__ADS_1


"jadi pengen juga punya cucu." ucap tuan Doni.


"Wah kode keras buat Cindy dan David." ucap Yuli dan William.


sedangkan yang di bicarakan hanya diam saja.


"Nit sudah berapa bulan usia kandungan kamu.?" tanya nenek Widia.


"Baru masuk 4bln nek." jawab Nita.


"selamat ya, kalian baru nikah da dikasi momongan." ucap nyonya Linda.


David yang lagi minum ke sedak membuatnya jadi batuk... suasana makan tiba-tiba Henning tanpa satu suara lagi karena tidak enak dengan ucapan nyonya Linda yang bilang Cindy Masi perawan walau secara tidak langsung.


Selesai makan semua berkumpul di taman villa yang tersedia... berbicara masalah pekerjaan, tanya-tanya dan basa basi... sementara Cindy mendapat telepon dari ibu nya Bu Mira yang mengatakan bahwa Jenni sakit kangen pada Cindy.


Cindy menangis mendengar ponakannya sakit... dia juga takut ibunya sangat kerepotan merawat Jenni sendirian. mama Linda yang melihat Cindy menjauh dari mereka lalu beberapa kali tangannya seperti menyeka air mata... akhirnya nyonya linda mendekat ke Cindy.


"Bu, apa sebaiknya ibu minta tolong saja sama tetangga ajak Jenni kerumah sakit." ucap Cindy di telepon.

__ADS_1


"Sudah ibu bawa ke puskesmas, Jenni hanya demam saja nak." jawab Bu Mira dari balik telepon Cindy.


"Maafin Cindy ya Bu." ucap cindy.


"Minta maaf untuk apa cin, justru ibu yang jadi mengganggu kamu." ucap Bu Mira.


"Hmm....hmm..." suara deheman nyonya Linda yang sedikit mendengar percakapan Cindy dan ibu Mira.


"sudah dulu ya Bu, nanti Cindy telepon lagi." ucap Cindy lalu mematikan teleponnya.


"maaf ya mama ganggu kamu.?" ucap nyonya Linda lalu duduk di sebelah Cindy.


"Tidak kok ma, justru Cindy yang malah jadi tidak enak." ucap Cindy yang menundukkan kepalanya.


"Ada apa,kamu cerita sama mama.?" tanya nyonya Linda.


"Tidak ada apa-apa ma." jawab cindy.


"Yausdah kalau kamu tidak mau cerita tidak apa-apa sayang... mama harap suatu saat kamu bisa cerita sama mama." ucap nyonya Linda lalu memegang pundak Cindy.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2