
Selesai dokter memeriksa Cindy dan memberi tahu hasil pemeriksaan kepada David, Baru David menghubungi Roy dan kedua orang tuanya. Memberi kabar duka pada mereka semua... Tidak butuh lama Lusi dan kedua orang tuannya sudah datang dan jenazah Bu Mira sudah di bawa kerumahnya.
Cindy juga sudah sadarkan diri dan David selalu mendampingi Cindy dan Lusi menemani Cindy serta Jenni. Cindy diam tanpa suara air matanya deras keluarnya.
"Kak Cindy, yang tabah ya Lusi yakin kakak kuat kasian bayi yang di perut kakak." ucap Lusi sambil mengelus pundak Cindy.
"terimakasih lus." ucap Cindy.
Tidak butuh lama setelah selesai upacara langsung ibu Mira dimakamkan tidak jauh dari rumah. Sudah tidak ada air mata lagi di mata cindy, ia makan juga tidak berselera nyonya linda merasa kasihan dengan keadaan mantunya.
Selesai dari pemakaman yang tadi pergi mengantar sudah balik kerumah mereka masing2... Nyonya Linda dan Lusi ikot ke rumah Cindy bersama David juga, nenek dan tuan Doni balik kerumah.
Jenni yang selalu bersama Lusi. karena tidak mungkin dengan keadaan Cindy seperti ini Jenni harus bersamanya, kadang Jenni di gendong oleh Marco soalnya Jenni dekat sekali dengan Marco.
"Tuan apa boleh malam ini saya tidur disini." ucap Cindy memohon pada David.
__ADS_1
David hanya menganggukkan kepalanya tanda iya. Bahwa dirinya setuju Cindy tidur di rumah ibu nya.
"Terimakasih tuan." ucap Cindy.
Cindy sudah di rumah Bu Mira bersama Jenni mereka hanya berdua saja. jam sudah menunjukan pukul 22.00 malam, Cindy yang sudah menidurkan Jenni sementara dirinya harus membereskan beberapa baju yang mereka harus bawa.
Karena rumah ini sudah di jual, hanya dua Minggu batas Cindy harus mengosongkan rumahnya. Cindy sangat bingung harus kemana dirinya bersama Jenni, Cindy takut David tidak menerima Jenni tinggal bersamanya. Tapi tidak mungkin Cindy pergi karena dirinya sedang hamil anak David.
Tanpa sadar Cindy telah tertidur usia kandungan yang sudah masuk 4bulan, Nita yang sudah melahirkan anak Perempuan yang di beri nama ( Jesisca William ).
"Ya tunggu sebentar." ucap Cindy dari dalam.
Saat di buka pintu ternyata tamu yang datang pagi-pagi adalah Marco.
"Hai...cin, maaf aku mengganggu kamu pagi-pagi saya hanya mau kasih sarapan." ucap Marco menyerahkan bungkusan yang di bawanya.
__ADS_1
"Padahal kamu tidak perlu bawakan, saya baru akan menyiapkannya." ucap Cindy.
"Tidak apa, saya memang sengaja, sepertinya kamu sudah siap buat pindah. apa kamu akan membawa ini kerumah suami kamu.?" tanya Marco.
"Saya hanya membawa pakaian dan Foto saja." ucap Cindy.
"Cin...bila kamu memang tidak di ijinkan membawa Jenni biarkan Jenni bersama saya." ucap Marco.
"Tidak saya, tidak ingin merepotkan kamu lagi, selama ini terimakasih banyak ." ucap Cindy yang tanpa sadar mengeluarkan air mata.
"cin..." ucap Marco terpotong karena mendengar suara dekheman dari arah luar pintu rumah Cindy. Mereka menoleh dan melihat kearah tersebut.
"Kamu sudah siap.?" tanya David, ya yang datang adalah David suami Cindy.
"Jenni belom bangun." ucap Cindy yang gugup karena David datang...kenapa dirinya seakan kepergok sedang selingkuh, walau kenyataannya tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Marco.
__ADS_1
"Baiklah saya permisi kalau gitu, kamu dan Jenni jaga diri...perlu bantuan kamu hubungi saya." ucap Marco lalu pamit pada mereka...