
"Nita kamu yang sabar, ayah mu pasti akan sembuh." ucap suster.
"Kenapa tuhan benci sama Nita sus..." ucap Nita Nita menangis sambil memandang ayahnya dan memegang tangan ayahnya, suster hanya menepuk pundak Nita untuk menenangkannya, sementara Arion hanya diam berdiri.
"Kamu jangan bicara seperti itu." ucap suster bernama Lena.
"Saya pamit dulu..." ucap suster pada Nita..
"Tuan, saya titip Nita." ucap suster itu pada Arion.
Nita baru sadar kalau ada Arion... Nita langsung menoleh kebelakang tubuhnya melihat Arion yang lagi berdiri.
"Tuan, maaf kan saya." ucap Nita.
"Terimakasih tuan sudah antar saya kesini, anda istirahatlah biar saya disini menunggu ayah saya." ucap Nita.
"Kamu ingat apa kata mama, kamu sedang hamil." ucap Arion.
"Tapi tuan... Baiklah kita pulang." ucap Nita... Arion mengikoti Nita dari belakang... Dirinya sangat kasian pada Nita saat ini.
Arion mengajak Nita untuk makan karena dari tadi mereka belom makan siang... Dan ini Ahri sudah hampir sore.
__ADS_1
Nita hanya diam dan mengikuti Arion yang turun di sebuah restoran elit. Di ruangan VIP dan seorang pelayan yang menyerahkan buku menu makanan di restoran mereka pada Arion Nita tidak tidak melihatnya... Diri nya sudah tau pasti harga makanan disini sangat mahal mana ada duit Nita untuk membayarnya.
"Saya pesan pasta seafood." ucap Arion.
"Baik tuan, nona anda pesan apa.?" tanya pelayan tersebut yang merasa bingung melihat Nita.
"Tidak, Emba terimakasih." ucap Nita menyerahkan buku menu.
"Kamu harus pesan makan, dari tadi kamu juga belom makan." ucap Arion, jujur Nita memang merasa lapar sekali saat ini.
"kalau gtu, steak dan bla...bla...bla.." ucap Arion pesankan makanan untuk Nita. Pelayan pergi meninggalkan ruangan mereka.
"Kamu takut pesan, takut untuk saya suruh bayar.?" ucap Arion.
"Iya." jawab Nita singkat.
"Hahaha..." Arion ketawa.
Nita baru kali ini melihat Arion ketawa selama mereka menikah... Arion lebih banyak diam dan tidak pernah bicara sama sekali padanya.
Ya Nita mengerti mengapa Arion berubah sikapnya pada dirinya...
__ADS_1
Makanan mereka datang tanpa rasa malu Nita langsung memakannya karena sudah sangat lapar sekali apalagi dia lagi berbadan dua, Arion emang senang pada Nita karena Nita tidak pernah bersikap jaim atau malu malu padanya.
"Tuan terimakasih banyak, Nanti kalau saya sudah dapat kerja akan saya teraktir anda." ucap Nita... Membuat Arion terdiam dan menatap Nita yang lagi masih asik makan.
"Tuan kenapa anda tidak habiskan makanan anda." ucap Nita yang melihat Arion diam saja menatapnya.
"Apa anda tidak, napsu makan karena lihat cara saya makan." ucap Nita, baginya sudah biasa dirinya makan tidak ada yang aneh, selama mereka menikah baru ini Arion mengajaknya makan. Dulu pernah kalau jemput Nita pulang kuliah saat disuruh nenek.
( Ternyata dia tidak pernah berubah, aku salah menilainya selama ini. ) ucap Arion dalam hatinya..
...*****...
Pagi ini Arion berangkat pagi sekali, ia mampir kerumah sakit untuk menjenguk mertuanya tuan Jasper ayah Nita
Arion masuk dan melihat tuan Jasper yang sudah sadarkan diri...
"A... ayah." ucap Arion.
"Tuan muda, maafkan saya dan putri saya yang merepotkan Anda serta keluarga anda." ucap tuan Jasper dengan suara lemas.
"Saya tahu apa yang terjadi dengan pernikahan kamu dan putri saya, tapi percayalah Nita tidak seburuk yang Anda pikir dia gadis yang baik... Saya mohon tuan anda bisa mencintai dan menyayangi Nita, jaga dia untuk saya." ucap tuan Jasper menitihkan air mata.
__ADS_1