
Arion membanca setiap lembar surat dari Yuli... Dirinya tidak tahan menahan air mata membaca suratnya. Seiring berjalan waktu sudah hampir 2 tahun Yuli meninggal, setahun kakek Doni meninggal Arion merasa sangat sedih dan hatinya selalu merasa kesepian hanya Rudy menemaninya setiap malam untuk pergi ke bar melampiaskan kesedihannya dengan cara meminum alkohol.
"Arion kamu mau sampai kapan seperti ini, dan lihat nenek Linda sudah menelepon kamu terus." ucap Rudy.
"Nenek apa tidak merasa kesepian seperti aku.?" ucap Arion yang sudah sangat mabuk.
Dekediaman rumah nyonya Linda...
"Arion kamu mabuk lagi?" ucap nenek Linda.
"Nenek cantik." ucap Arion.
"Rudy tolong antar dia kekamarnya." ucap nenek.
"Baik." jawab Rudy...
Nenek sangat emosi melihat sikap Arion cucu nya yang berubah menjadi pemabuk, apalagi saat ini Cindy dan David sedang mengurus anak perusahaannya di luar negri..
"Nek aku pamit dulu." ucap Rudy.
"Iya hati-hati dan terimakasih ya Rudy." ucap nenek.
__ADS_1
Rudy hanya senyum dan pergi meninggalkan rumah yang sangat besar seperti istana itu.
"Anita...tolong ambilkan obat saya." ucap nenek yang lagi duduk di ruang tv sambil memijit kepalanya.
Anita yang akrab di panggil Nita ini adalah asisten pribadi nenek Linda, Nita merawat nenek dengan baik semenjak ibunya meninggal dan ayahnya jatuh sakit membuat Nita terpaksa putus kuliah dan bekerja menjadi pembantu di rumah nenek Linda... Karena kebaikan Cindy akhirnya Nita dapat melanjutkan kuliahnya hanya nenek Linda ingin Nita merawatnya dan bekerja di toko roti miliknya.
"Nenek sudahlah jangan terlalu banyak pikirin tuan muda pasti bisa akan melupakan nona Yulita." ucap Nita sambil memijit nenek Linda.
"Nit... Apa kamu mau menikah dengan Arion.?" ucap nenek sambil memegang tangan Nita dan menatap penuh permohonan.
"Nek bukan Nita mau menolak, tapi tuan muda Arion tidak mungkin mau Nek." ucap Nita yang merasa tidak enak menolak permintaan nenek Linda.
"Kamu tenang Arion pasti akan mau, kamu yang penting setuju." ucap nenek Linda.
Pagi pukul 07.00
"Pagi Nek..." ucap Arion yang menyapa nenek Linda yang sarapan.
"Sampai kapan kamu seperti itu terus.?" tanya nenek yang langsung pada Arion.
"Maksud nenek.?" ucap Arion yang seakan bingung.
__ADS_1
"Kapan kamu menikah, dan berhenti mabuk mabukan Rion.?" ucap nenek.
"Maafin Arion Nek." ucap Arion.
"Nita pergi barang kamu ke toko." ucap nenek.
"Baiklah." ucap Arion.
Arion dan Nita pergi berangkat kerja, di dalam mobil Arion dan Nita saling diam tanpa ada satu kata dari mereka yang keluar dari mulutnya.
"Terimakasih tuan muda." ucap Nita yang turun dari mobil.
Arion hanya membalasnya dengan senyum, Nita yang melihatnya iya langsung kepikiran dengan ucapan nenek, apa senyum itu akan masih ada bila nanti nenek menyuruh kita menikah.
"Hei... Nit, kamu kenapa ngelamun.?" ucap Ratna yang baru sampai.
Ratna sahabat baik Nita semenjak iya bekerja di toko kue milik nenek Linda ini, sedikit banyak Ratna adalah temen sekaligus sahabat yang bisa di percaya Nita.
"Aku hanya lagi kepikiran sama ucapan nenek Linda." kata Nita.
"Emang nenek ada bilang apa sama kamu?" ucap Ratna.
__ADS_1
Nita hanya diam dan langsung meninggalkan Ratna sahabatnya itu, iya tidak berani berkata jujur pada Ratna karena Nita mikir mungkin nenek hanya asal bicara saja.