
Setelah Yulita di pindahkan keruangan ICU mama nya Yulita datang nyonya Dian yang terkenal menyebalkan bagi sahabt Yulita.
"Papa bagaimana kabar Yulita kenapa dia bisa pingsan.?" ucap Dian mama nya Yulita.
"Dokter sudah periksa Yulita mah, kamu tenang anak kita pasti akan baik-baik saja." ucap Ferry papa nya yulita.
Agus memandang mamanya sepertinya mama nya biasa saja dan tidak perduli pada Yulita adiknya itu. Arion sangat cemas, Dewi juga sahabat baik Yulita...Beberapa menit kemudian dokter keluar Arion segera bangkit dan bertanya pada dokter tentang keadaan Yulita.
"Bagaimana keadaanya dok?" ucap Arion dan tuan Ferry.
"Apa saya bisa bicara sama orang tuanya.?" ucap dokter itu.
"Saya papa nya dok." ucap tuan Ferry..
Dokter langsung mengajak Ferry dan nyonya Dian mama nya Yulita. Keruangannya untuk membahas sakitnya Yulita... Dokter mempersilakan mereka duduk.
"Putri anda mengalami kanker atau sebuah tumor di bagian kepalanya, saya takut sadarkan diri putri anda akan lumpuh. Sudah sangat parah dan stadium 4." ucap dokter tersebut.
__ADS_1
"Tidak mungkin dok, kami semua sehat dok aku merawatnya dengan baik dok." ucap nyonya Dian mama nya Yulita.
"Sudah Ma... kita berdoa saja buat Yulita." ucap tuan Ferry.
"Papa kira akan sembuh penyakit Yulita, apa keluarga Wijaya akan Masi mau sama anak kita yang cacat pah.?" ucap nyonya Dian.
Suaminya nyonya Dian hanya diam mendengar ucapan istrinya dia tidak habis pikir kenapa istrinya berpikir seperti itu... Memang siapa sih yang tidak mau menjadi bagian keluarga Wijaya.
Tapi sekarang bagi tuan Ferry asalkan putrinya bisa sembuh saja dia sudah bersyukur pada Tuhan tidak memikirkan hal yang lain lagi, yang tuan Ferry takut masa depan dan cita-cita Yulita rasa percaya dirinya yang membuatnya akan merasa putus asa.
"Mah yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara kita untuk membuat Yuli tidak putus asa mah, kita harus mensportnya mah papa takut Yuli akan patah semangat menjalani hidup ini walau papa tau putri papa itu anak yang kuat." ucap tuan Ferry saat kelaur dari ruangan dokter.
Di dalam ruang ICU Arion, Agus serta Dewi dan Rudy menunggu kabar dari om Ferry.
"Om apa kata dokter.?" tanya Arion dan Dewi.
"Iya bagaimana kata dokter, apa sakit Yuli pah.?" tanya Agus Kaka Yuli yang sangat sayang pada Yuli.
__ADS_1
"Arion, apa kamu benar mencintai Yuli.? apapun yang terjadi kamu akan bersamanya.? Yuli sadar apa kamu mau menikah dengannya.?" tanya nyonya Dian.
"Mama jangan bicara begitu sama Arion." ucap tuan Ferry.
"Mama harus lakukan ini biar Arion bisa merawat Yuli." ucap Dian.
"Emang apa.yang terjadi sama Yuli.?" ucap Agus penasaran.
"Kita harus tanya Yuli mah." ucap tuan Ferry.
"Pah apa sakit Yuli.?" tanya Agus lagi dari tadi tidak ada jawaban dari kedua orang tua nya itu.
"Adek kamu kena tumor otak atau kanker otak dan dia akan lumpuh..." ucap Dian.
"Mama pasti bohongkan pah.?" ucap Agus..
Dewi, Arion dan Rudy kaget mendengarnya... tidak percaya Yulita yang pintar menari balet akan lumpuh bila tahu pasti Yuli akan sedih pikir Dewi dan Arion saat ini.
__ADS_1
"Om dan Tante tenang saja biar aku bicara sama orang tua aku." ucap Arion pada orang tua Yulita.