
Semua sudah selesai sarapan...mama Linda menyuruh David untuk mengantar Cindy kerumahnya.
"Vid kamu tolong antar Cindy kerumahnya." ucap mama Linda.
"Iya kak lebih baik Kaka bareng sama kak David saja." sambung Lusi.
"Baikla." ucap David.
Saat Cindy membuka pintu belakang penumpang..David memanggilnya. "kamu pikir aku supir kamu.?" ucap David sambil mata memberi arah pada Cindy untuk duduk di depan sampingnya.
Cindy menurut...David yang melihat Cindy tidak memasang sabuk,akan tetapi Cindy kesulitan akhirnya di bantu olehnya...jarak mereka sangat dekat Cindy merasakan nafas David, hingga membuatnya menahan nafas.
Selesai mesangkan sabuk pengaman Cindy mengucap terimakasih pada David walau sedikit gugup, karena jantung miliknya berdebar seakan ingin copot dan loncat keluar. mobil David melaju keluar dari perkarangan rumahnya seorang satpam sudah membukakan gerbang untuknya.
__ADS_1
Saat di pertengahan jalan komplek rumah...David menghentikan mobilnya. "turun." ucap David pada Cindy.
"Apa.?" tanya Cindy sedikit terkejut, mendengar David menyuruh ya turun.
"Iya kamu silakan turun,kamu gak punya kuping.?" ucap David tetap memandang keluar tanpa melihat Cindy.
"Tapi tuan, disini tidak ada angkot." ucap Cindy.
David menghela napasnya,lalu keluar membukakan Cindy pintu dan menyuruhnya keluar sambil membukakan sabuk pengaman Cindy, iya tidak peduli dengan ucapan Cindy.
Cindy hanya berdiri diam sambil melihat mobil suaminya pergi meninggalkannya...dirinya sangat takut karena ia baru pertama kali disini, suasana komplek yang sepi hanya mobil mewah yang dari tadi berlalu lalang.
Bila Cindy naik taksi harus berapa dia membayar taksi, sementara dirinya harus irit tidak boleh boros. akhirnya Cindy memutuskan jalan kaki sampai dirinya melihat sebuah angkot...tapi Cindy merasa dari sepanjang berjalan iya tidak menemukan jalan keluar.
__ADS_1
Hanya menangis yang bisa iya lakukan, di tepi jalan di trotoart Cindy berisitirahat sementara matahari sudah sangat tinggi dan terasa panas. Lalu Cindy melanjutkan perjalanannya. David menyuruh orang untuk mengawasi istrinya, Cindy tidak sadar ada seseorang yang membidik dan memfotonya.
Ojek,angkot tidak ada yang lewat...akhirnya iya sampai di jalan besar keluar komplek perumahan elit ini...tapi percuma tidak angkot di jalan ini ojek juga tidak ada yang mangkal...sebenarnya ada angkot yang lewat hanya tidak tau kenapa lama sekali.
Setelah lama menunggu baru lah muncul angkot, kaki Cindy sudah sangat lelah, dirinya juga tidak habis pikir suaminya David tega melakukan ini pada nya.Setelah tiga kali ganti angkot baru lah Cindy sampai di depan gang rumahnya yang sempit.
Betapa senangnya hatinya,letih yang ia rasa juga sudah di balas. air mata yang keluar sudah berubah menjadi senyuman...seperti hujan lalu terbit pelangi, itu yang Cindy rasakan. sampai depan rumah Cindy disambut oleh ponakannya Jenni.
Dengan berlari kecil Jenni mendekat ke Cindy...mereka melepas rindu sudah seminggu tidak bertemu Jenni sangat kangen padanya hari ini adalah ulang tahun gadis kecil ini makanya Cindy datang menemuinya. agar Jenni bahagia.
"kamu kesini sendirian cin.?" tanya ibu Mira.
"iya Bu, habis David sibuk tadi dia antar Cindy tapi tidak bisa mampir karena ada urusan." ucap Cindy berbohong.
__ADS_1
"Ya sudah tidak apa-apa." ucap Bu Mira lalu mengajak Cindy masuk kedalam rumahnya.