
Arion hanya diam saja melihat Nita menerima kado pemberian dari Daren... Arion bingung dengan perasaannya sendiri rasanya dirinya ingin sekali membuang paper bag yang di beri Daren ke Nita... Tapi Arion gengsi dia tidak mau Nita salah paham dengan sikapnya.
Nita memilih pakaian bayi dan perlengkapan bayi lainya di toko tersebut tapi betapa terkejutnya barang yang ada di toko tersebut harga nya semua rata rata hampir seperempat gajinya dan setengah dari gajinya di toko roti nyonya Linda.
"Tuan... Saya rasa kita tidak jadi beli disini, bagaimana kita pulang.?" ucap Nita.
"Kamu ingin pergi dengan pria tadi?" ucap Arion.
"Maksud anda kak Daren, tuan.? Tidak tuan dia hanya kakak kelas aku waktu sekolah dulu." ucap Nita.
"Tidak perlu di jelaskan, aku tidak perduli hanya kamu harus ingat satu hal selama kamu masi menikah dengan ku jangan dekat dengan pria lain." ucap Arion panjang.
"Iya tuan..." ucap Nita... Tiba tiba handphone milik Nita berbunyi ternyata si penelepon dari panti..
"Hallo suster..." ucap Nita menyapa si penelepon.
"....." suster...
__ADS_1
"Baik sus, saya akan kesana terimakasih." ucap Nita lalu menutup teleponnya.
"Tuan saya, pamit ingin kerumah sakit ayah saya masuk rumah sakit tuan." ucap Nita lalu langsung pergi.
Arion menarik tangan Nita saat Nita ingin berjalan meninggalkan dirinya.
"Kita pergi sama sama." ucap Arion.
"Baik tuan terimakasih." ucap Nita...
Mereka keluar dari mall dan langsung menuju parkiran mobil dan segera Arion mengendarai mobilnya menuju rumah sakit yang di sebut Nita dari suster tadi. Nita sangat gelisah dan takut terjadi sesuatu pada ayahnya.
Biar bagaimana Arion sebenarnya baik dan tidak membenci Nita apalagi Nita lagi hamil... Arion hanya marah karena kejadian malam itu dia tidak habis pikir dan tidak mengerti apa yang terjadi sehingga dirinya menuduh Nita yang salah.
Nita dan Arion telah sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju kamar tuan Jasper ayah Nita yang sedang di rawat.
"Suster... Bagaimana ke adaan ayah saya.?" ucap Nita yang ada suster panti yang menunggu di depan kamar tuan Jasper.
__ADS_1
"Ayah kamu pingsan, dokter sedang memeriksanya di dalam." ucap suster yang dari tadi menunggu.
Sudah hampir 30 menit Nita menunggu di luar bersama suster dan Arion suaminya... Rasa cemas, gelisah sudah bercampur di hari Nita dirinya sangat panik akan kondisi ayahnya saat ini..
"Keluarga pasien." ucap dokter yang keluar dari ruangan kamar rawat tersebut.
"Saya anaknya Dok, bagaimana keadaan ayah saya Dok.?" tanya Nita dengan air mata yang bercucuran di wajahnya.
"Hanya menunggu keajaiban dari Tuhan, nona yang sabar." ucap dokter tersebut.
( Apa bisa aku sabar, ya tuhan jangan kau ambil ayah ku hanya dia miliki ku. ) ucap batin Nita sambil menangis.
"Apa boleh di jenguk." ucap suster.
Arion hanya diam saja seperti tidak perduli sama sekali...
"Silakan." ucap dokter lalu pergi....
__ADS_1
Nita langsung masuk ke kamar ayah nya melihat tuan Jasper yang sedang berbaring dengan selang impus di tangan dan alat bantu pernapasan di hidungnya membuat hati Nita sedih.