
Mama Linda dan Lusi yang baru sampai dari mall...dengan banyak barang belanjaan di tangan mereka masing-masing. Cindy yang baru habis mandi turun ke bawah. melihat adik ipar dan mertuanya yang lagi duduk di ruang keluarga sambil berbincang dengan nenek widia yang asik nonton tv.
"mama,Lusi kalian baru sampai.?" sapa Cindy.
"iya kak,coba kakak ikot pasti seru banget kak." ucap Lusi.
...°°°°°°°°...
Malam ini adalah hari pernikahan Nita dan William. Lusi,mama Linda,tuan Doni dan nenek Widia sudah siap untuk pergi ke acara pernikahan William dan Nita. sementara David dan Cindy lagi bersiap-siap. akhirnya mereka berdua pergi bersama.
Didalam mobil hanya kesunyian,tanpa ada satu suara dari mulut Cindy dan David...Tiba-tiba handphone milik Cindy berbunyi panggilan dari ibu Mira orang tua dari Cindy.
"Hallo Bu." jawab Cindy.
ibu Mira : cin...ponakan kamu mau bicara.
Cindy : iya Bu.
Jenni : Tante Jenni kangen tante.
Cindy : iya sayang Tante juga kangen, Jenni jangan nakal nanti juga kita akan bersama sabar ya sayang.
Jenni : Tante apa om David baik sama Tante.?
cindy : ......iya sayang.
__ADS_1
Akhirnya telepon jenni dan Cindy teputus, sementara David yang mendengarnya hanya diam dan cuek saja...Cindy melanjutkan lamunannya dan matanya memandang keluar jalan, hari ini Cindy sangat cantik dengan gaun merah maron, riasan wajah yang tipis tapi Masi menunjukan kecantikan dari wajah Cindy yang alami.
akhirnya mereka sampai di sebuah gedung yang sangat megah, saat mereka turun David dan Cindy bertemu dengan Daniel dan Yuli di perairan.
Yuli : cin...cantik sekali kamu?
Cindy : kakak juga cantik.
Daniel : tapi sayang tidak ada yang gandeng kamu ya cin, jadi kalau kamu ilang wajar dong.
Sedangkan David yang di sindir Daniel hanya diam saja...
Yuli : kamu sudah isi cin.?
Daniel : jangan- jangan kalian belom melakukannya ya?
Yuli : kamu Masi perawan cin.?
David : kalian berisik, jangan ikot campur urusan orang.
David langsung berjalan lebih dulu dari mereka, tanpa sadar tangan Cindy di tariknya. atau mungkin David emang sadar menarik tangan Cindy. yang pasti Cindy bingung dengan sikap David yang memegang tangannya.
Acara pun selesai dan berjalan lancar banyak mata yang menatap Cindy dan David karena mereka penasaran dengan wanita yang telah dinikahi David..sementara David memikirkan apa ya g di ucapkan Daniel sahabatnya tadi.
Keesokannya di hari Minggu.
__ADS_1
Lusi dan mama Linda mengajak Cindy ke salon tapi buka.
Cindy sebenarnya bukan tidak mau ikot dia hanya tidak punya uang, apalagi dirinya sudah tidak bekerja. hanya diam di rumah besar tidak tau harus ngapain.
David yang baru tiba datang habis kerumah Daniel.
"dari mana kamu David.?" tanya tuan Doni.
David mendekat ke tuan Doni dan mama nya yang lagi duduk...
"habis dari rumah Daniel." ucap David.
"Jadi bagaimana sudah dapat.?" tanya tuan Doni.
"Ada, tapi Masi bingung." jawab David.
"Pelan-pelan saja." ucap nyonya Linda.
"Apa lebih baik disini saja." ucap nenek Widia.
"jadi sepi dung." ucap Lusi.
Cindy tidak mengerti percakapan mereka, jadi Cindy memilih diam saja...cindy teringat Jenni yang lagi sakit membuatnya tidak fokus di ajak bicara.
Bersambung...
__ADS_1