
Cindy langsung mengalihkan tatapannya dan melihat ke jendela mobil melihat jalan yang lumayan ramai oleh kendaraan...sementara David melirik Cindy dari kaca sepion. tiba-tiba Cindy berbicara pada David memecahkan kesunyian di mobil.
"Tuan...apa boleh besok saya pergi kerumah ibu saya.?" ucap Cindy lalu menoleh ke David yang lagi fokus menyetir.
"iya." ucap David singkat...
"terimakasih banyak tuan." ucap Cindy sangat senang sekali.
Akhirnya mereka sampai di rumah mewah milik tuan Doni ayah dari David, untuk menjenguk nenek Widia yang lagi sakit.
"siang nek, maaf Cindy baru tahu dan baru bisa jenguk nenek." ucap Cindy.
"tidak apa-apa sayang, bagaimana cicit nenek tadi apa kata dokter.?" tanya nenek Widia.
"Baik nek..." ucap Cindy.
"syukurla...nenek senang dengarnya." ucap nenek mengelus pipi cindy.
__ADS_1
Kahirnya nenek istirahat dan tidur, sementara Cindy ke dapur...melihat mama Linda dan papa Doni di ruang tengah sambil menonton tv mereka saling berbicara diselipkan tawa yang hangat... Cindy iri tapi dia sadar bahwa dirinya hanya wanita miskin Dimata David, tapi apa wanita miskin tidak boleh di cintai...hanya untuk di hina.
"Nona apa ya sedang anda lakukan." tanya seorang pelayan dirumah ini.
"Ah...Emba saya lapar, rasanya saya ingin makan bubur." ucap Cindy dengan senyumnya.
"Biar kami saja nona." ucap pelayan itu.
"Tidak...usah Emba terimakasih banyak, tapi saya bisa sendiri." ucap Cindy sambil mencuci beras...pelayan tersebut melihat David yang berjalan mendekat ke Cindy.
Pelayan itu mundur, karena David memberi kode melalui tangannya untuk menyuruh pelayan itu pergi. Cindy melihat pelayan itu pergi ya akhirnya dia bisa fokus memasak bubur.
"Maaf saya tidak tahu kalau ada anda." ucap cindy lalu pergi menghindari David.
David mendekat dan memeluk Cindy dari belakang sambil mengelus perut Cindy yang rata tapi sudah ada sedikit menunjul di perutnya dan sudah agak keras...
"Tuan.." ucap Cindy yang merasakan David menyentuh perutnya.
__ADS_1
"apa anak ini yang ingin makan bubur.?" tanya David sambil mengelus perut Cindy.
Cindy hanya senyum...iya merasa malu dan risih David yang bersikap lain pada dirinya hari ini.
"Apa anda mau juga.?" tawar Cindy pada David.
"tidak, sebaiknya biar bibi yang kerjakan semua." ucap David lalu memanggil salah satu pelayan, untuk melanjutkan masak bubur.
Bubur yang Cindy inginkan sudah Mateng, Cindy langsung memakannya...selesai makan dan menjenguk nenek Widia akhirnya David dan Cindy pulang kerumah, di perjalanan David mengajak Cindy kesebuah cafe es cream yang sangat terkenal dengan aneka es cream semua rasa ada di cafe itu...
jadi untuk mencinta es cream boleh mampir berkunjung...David tidak memesan hanya Cindy yang memakan es cream, sesekali Cindy menawarkannya pada David akhirnya David mau juga...mereka membungkus satu per satu rasa yang ada di cafe tersebut.
"Tuan untuk hari ini terimakasih banyak." ucap Cindy di dalam mobil yang sudah di kendarain oleh David dengan kecepatan sedang.
"Kamu suka.?" tanya David sambil fokus menyetir.
"Iya, saya sangat suka." ucap Cindy dengan senyum termanisnya.
__ADS_1
benar kata William mencintainya memang sangat bahagia. ucap batin David lalu tersenyum kecil Cindy ya g sudah fokus melihat keluar jendela..
BERSAMBUNG DULU.....