
Matahari pagi memasuki kamar Cindy...hari ini semua sudah mulai beraktifitas kembali,setelah libur satu hari...
"Pagi Bu..,Jenni sudah bangun.?" tanya cindy pada Bu Mira yang lagi berjualan.hari ini Cindy memang gk bantu Bu Mira...karena kesiangan.
"Jenni Masi tidur,kamu pergilah kerja biar Jenni sama ibu." ucap Bu Mira...
"Baikla Bu kalau gitu Cindy berangkat dulu.." Cindy akhirnya pamit dan pergi kerja.
Saat Cindy baru keluar dari gang rumahnya hendak menunggu angkot..tiba-tiba mobil mewah berhenti di depannya...pintu mobil terbuka menampakan sipemilik mobil...yang ternyata nyonya Linda..
"nyonya..." ucap Cindy yang heran kenapa bosnya bisa ada disini.
"Masukla saya ingin ajak kamu kesuatu tempat." ucap nyonya Linda..
Cindy ikot dengan nyonya Linda..iya duduk bersama nyonya Linda di kursi belakang. pak Yuda yang membawa mobil setelah nyonya Linda menyuruhnya jalankan mobil mewah itu..cindy bingung toko biasa iya kerja sudah di lewatinya..
"Kita mau kemana nyonya.?" tanya Cindy karena toko kue biasa dirinya mencari sesuap nasi sudah dilewatkan.
Sementara nyonya Linda hanya diam dan tersenyum pada Cindy...perlahan mobil mewah melajukan mobilnya melewati lampu jalan ya g berwarna hijau.
__ADS_1
setibanya mobil itu membelokan kesebuah gedung yang bertulisan RS.CINTA MEDIKA...
"Ayok Cindy kita turun.." ajak nyonya Linda akhirnya Cindy pun ikot apa kata nyonya Linda walau dirinya sangat bingung kenapa ia di ajak kesini.
Cindy mengikoti Langkan nyonya Linda dan akhirnya mereka kesebuah kamar yang didepannya tertulis kamar VVIP...nyonya Linda membuka pintu kamar itu,di dalam nampak Lusi,dan tuan Doni serta seorang suster, saat Cindy menoleh ke ranjang pasien atau tempat tidur pasien nampak nenek Widia yang lagi terbaring dengan tangan di pasang selang inpus.
Cindy menyapa semua yang ada di ruangan itu satu persatu...walau sedikit bingung kenapa dirinya di bawa kesini.
"Cindy saya minta tolong kamu jaga nenek disini." ucap nyonya Linda.
"iya nyonya.." ucap Cindy yang masi bingung kenapa harus dirinya yang menjaga nenek Widia.
"Ma...mama sama Cindy dulu saya pergi dulu." ucap tuan Doni pamit pada mertuanya.
"Iya nyonya." ucap Cindy.
"kak Cindy aku pamit ya,nanti siang ada kak David kesini." ucap Lusi yang pamit pada Cindy dan neneknya.
Setelah semua pergi Cindy hanya berdiri bingung..
__ADS_1
"Kenapa kamu berdiri saja...sini duduk." ucap nenek Widia.
"baik nyonya." ucap Cindy yang jalan perlahan duduk di kursi sebelah ranjang.
"kamu sudah sarapan.?" tanya nenek Widia.
"saya tidak pernah sarapan.." ucap Cindy.
"jangan panggil saya nyonya,panggil saya nenek." ucap nenek Widia.
"Baik nyo...eh baik nenek." ucap Cindy sedikit kaku.
"bagaimana kabar ibu kamu Mira.?" tanya nenek Widia.
"ibu baik nek." jawab Cindy.
"kamu sudah punya kekasih.?" tanya nenek yang langsung.
"belom nek.." jawab Cindy...bagaimana mau mikirin kekasih dirinya sangat takut menikah.
__ADS_1
" Bagaimana kalau kamu menikah dengan cucu saya David." ucap nenek Widia.
Cindy mendengar ucapan nenek Widia membuat dirinya terkejut...seperti mendapat serangan yang dasayat didadanya...dirinya tidak kepikiran menikah dengan David ya walau David sangat tampan banyak cewek yang tergila-gila padanya...Cindy hanya tidak berani terlalu berharap saja.