
"Nita boleh nenek tanya sesuatu sama kamu." ucap nenek Siti.
"Nenek mau tanya apa.?" ucap Nita.
"Jujur sama nenek apa yang terjadi kamu dan suami mu.?" ucap nenek Siti...
Dirumah hanya ada nenek seorang karena bibi Lena lagi pergi bekerja jam 2 siang baru akan pulang, paman Herman jam 5 sore baru akan balik... Kehidupan pamannya sangatlah sederhana dan berkecukupan, sementara Susan bekerja di sebuah mini market kecil.
"Nenek maafin Nita." ucap Nita yang menangis dirinya sudah tidak dapat menahan air matanya.
"Kamu seperti mama kamu nak, ceritakan sama nenek sayang." ucap nenek Siti yang mengerti sekali sikap Nita.
"Tapi nek, Nita belom bisa cerita pada nenek saat ini." ucap Nita.
"Nenek mengerti tapi nenek harap, kamu jangan salah mengambil keputusan karena emosi sesaat." ucap nenek Siti.
"Iya nek, Nita mengerti." ucap Nita.
"Kamu istirahat saja dulu." ucap nenek.
__ADS_1
Hari ini sekarang sudah pukul 17.00 Arion sudah sampai di apartementnya, sesampai di apartement Arion masuk kamar mandi selesai mandi Arion keluar. Dirinya baru sadar bahwa Nita dan anak nya tidak ada di apartementnya.
"Kemana gadis itu, terasa sepi sekali..." gumam Arion lalu mencari keberadaan Nita, Arion memulai dari dapur dan di meja makan Arion menemukan sebuah kertas dan kartu yang pernah diri nya berikan pada Nita.
( Tuan terimakasih atas kebaikan tuan dan keluarga anda, maafkan saya kalau ada salah... Saya pamit maafkan saya yang pamit melalui surat, sekali lagi saya minta maaf karena tidak sopan. ooh ya ini saya balikan kartu yang anda berikan pada saya tuan.) ucap isi surat Nita.
Arion meremas surat tersebut dirinya sangat marah dan langsung melihat ke kamar Nita.. Di lihat kosong di dalam lemari juga sudah tidak ada barang barang milik Nita dan putranya itu.
Dengan emosi Arion keluar menuju kerumah Cindy dan nenek Linda... Arion berpikir kalau Nita ada di rumah Papa nya, sesampai disana Arion yang melihat nenek Linda, Cindy dan David lagi duduk santai.
"Kamu sendiri, kemana Nita dan Irwan.?" ucap David.
"Lain kali kalau kesini kamu ajak mereka." ucap nenek Linda.
Arion hanya diam ternyata Nita tidak kemari, sepertinya keluarganya bel tahun Nita pergi Arion bertekad mencari Nita sebelom nenek tahu dan mempengaruhi kondisi kesehatan nenek.
"Arion pamit dulu ya..." ucap Arion lalu pergi.
Cindy yang curiga dengan sikap putranya ( pasti terjadi sesuatu.) ucap batin Cindy dan berencana ingin mencari tahunya besok.
__ADS_1
Tok...tok...Ting tong... Arion mengetuk dan memencet bel apartement Rudy.
"Kamu, Uda kayak orang nagih utang aja. Ada apa kesini.?" tanya Rudy.
"Nita kabur." ucap Arion yang masuk dan duduk di sofa sebelom pemilik menyuruhnya.
"Bagus dong." ucap Rudy.
"Bantu aku cari Nita, aku tidak ingin nenek sampai tahu." ucap Arion.
"Kamu cari saja sendiri , ini kan perbuatan kamu tidak mungkin Nita kabur kalau tidak ada sebabnya." ucap Rudy
"Apa mau ancam aku?" ucap sambung Rudy memotong ucapan Arion sebelom bicara.
"Iya, malam itu Nita masuk kamar aku dan aku menuduhnya, dia sih bilang bersih bersih karena emang bibi Ani cuti pulang. Tidak sengaja Nita menyonggel bingkai foto Yulita di atas meja foto aku." ucap Arion.
"Kamu menaruh foto Yulita seperti kamu taruh foto di kantor kamu.? kelewatan kamu Arion." ucap Rudy.
"Kenapa aku yang seakan salah, Nita telah menyonggelnya jadi marah." ucap Arion.
__ADS_1
"Aku jadi Nita, pasti akan marah suami menaruh foto mantan walau mantannya sudah tidak ada." ucap Dewy yang nyambung karena mendengar.