
Dilantai dua kamar paling pojok dekat tangga arah menuju dapur disitulah aku tidur, dengan kamar yang lumayan luas serta ada kamar mandi.
Didalam kamar mandilah aku mengunci pintunya agar tidak ada yang masuk dan tidak ada yang tau apa yang akan aku lakukan...
Nita perlahan membuka kantong plastik berwarna hitam yang dia bawa dari apotik tadi. Membaca petunjuk dari kemasan yang Nita beli dan mengikuti petunjuk arah yang di tulis di kemasan. tidak perlu menunggu lama tanda garis dari alat itu sudah muncul...
Melihat hasilnya membuat Nita meneteskan air mata dirinya syok iya lalu mengambil alat satunya lagi, untuk di coba sudah dua alat menunjukan dua garis merah. Tapi Nita masi tidak percaya iya pun mengambil satu lagi dan ini yang ketiga hasilnya pun sama dua garis merah.
" Alat ini di tulis bisa akurat di air kemih pagi, apa sebaiknya ini aku coba besok pagi saja.?" ucap Nita dalam hati sambil memegang alat teskpeck yang ke empat.
Tok... tok... tok...
"Nita...Nita..." ucap Cindy mengetuk pintu kamar Nita. hari ini sudah pagi pukul 06.30 pagi.
"Iya tunggu sebentar." ucap Nita yang menyimpan alat itu di kamar mandi. Nita belom sempat liat hasilnya yang di pagi hari ini. Sudah keburu Cindy mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
Ceklek... suara pintu di buka.
"Nyonya... Ada apa.?" ucap Nita.
"Kamu lupa hari ini kita mau fithing baju pengantin kamu." ucap Cindy mama mertuanya.
"Baik nyonya aku mau beres beres dulu dan siap siap." ucap Nita yang sebenarnya malas sekali.
"Baiklah saya tunggu di bawah kita sarapan bersama juga." ucap Cindy.
"Baik nyonya." ucap Nita.
( Ya Tuhan kenapa kamu berikan aku sebuah cobaan dan kenapa kamu menitipkannya pada ku.? aku tidak yakin akan bisa merawat malaikat kecil kamu Tuhan.) ucap Nita menangis sambil memegang 4 benda itu.
"Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus bicara sama tuan Arion.? apa aku harus bicara pada nyonya Cindy dan nenek Linda saja.?" ucap Nita pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Nita akhirnya turun ke bawah agar Cindy dan yang lain tidak menunggu nya lebih lama... Dengan wajah sedih lesu Nita berjalan menurunin anak tangga yang menuju dapur.
"Nit... nyonya Cindy nyuru kamu ke meja makan sekarang." ucap Dea salah satu pelayan di rumah itu.
"Baik kak... Terimakasih." ucap Nita.
Nita langsung menuju meja makan di mana tuan dan nyonya rumah itu sedang duduk sarapan pagi..
"Pagi... nenek, nyonya dan tuan." ucap Nita yang terhenti melihat Arion yang lagi asik menikmati sarapannya itu dengan santainy dan cuek. Sementara hati Nita merasa sedih dan kecewa pada Arion yang ia puja dan kagumin.
"Aku sudah selesai, mah, pah, nek aku berangkat dulu." ucap Arion yang pamit untuk berangkat kekantor.
"Arion nanti kamu jangan lupa." ucap Cindy.
Sedikitpun Arion tidak melirik Nita rasanya perasaan benci Arion pada Nita sangat besar saat ini.
__ADS_1
"Andai aku bisa menolak pernikahan ini dan bisa kabur sejauhnya dari anda tuan muda aku akan lakukan tuan." ucap Nita dalam hatinya.
Bersambung....