
Jam makan siang sudah tiba Cindy masuk membawakan makan siang dan obat buat David...Yang di berikan dokter pribadi keluarga David tadi pagi. Jenni mengintip di luar karena dari tadi memang Jenni mengikoti kemana Cindy pergi, David melihat Jenni.
" Hei cantik, kemari masuk." ucap David melambaikan tangannya. Sementara Cindy menoleh ke arah mata David.
Jenni masuk dengan pelan-pelan dan takut.
" Kamu jangan takut, sama saya.?" ucap David.
"Maafkan sikap Jenni ya tuan." ucap Cindy.
"Kenapa kamu selalu minta maaf.?" tanya David.
Cindy hanya diam...Semenjak hamil dirinya sudah tidak banyak melakukan pekerjaan berat dan menurut demi kebaikan anak yang dia kandung.
" Jenni suka tinggal di rumah om.?" tanya David yang sudah memangku Jenni.
"Iya." jawab Jenni sambil mengagukan kepalanya.
"Besok sekolah, mau om yang antar.?" ucap David.
"Mau..." ucap Jenni.
"Jenni besok pindah sekolah teman om.sudah urus dan Jenni besok sekolah baru sama om ya. Kasian kalau Tante Cindy yang temenin karena di perut Tante ada dedek bayi nya Jenni sayang Dede.?" tanya David. Baru kali ini Cindy melihat dan mendengar David panjang berbicaranya.
__ADS_1
"Iya, nanti Jenni ada kawan baru ya om, Tapi kalau ada yang ledekin Jenni tidak punya papa dan mama bagaimana om.?" ucap Jenni.
"Jenni bisa panggil om papa, bisa juga panggil Tante cindy mama" ucap David.
Cindy terkejut David melihat ke arah Cindy dengan senyum yang tidak dapat di artikan.
"horeee...Jenni senang Jenni punya papa dan mama baru." ucap Jenni.
"Jenni suka.?" ucap David.
"Iya om.." ucap Jenni, lalu Jenni mencium pipi David.
"Sekarang Jenni tidur siang dulu." ucap Cindy yang mengambil jenny untuk turun dari pangkuan David.
Jam sudah menunjukan pukul 15.00 sore jam tiga sore, Jenni dan Cindy lagi asik bermain di ruang TV. Datang David dari kamar kondisi David sudah membagikan, saat keluar kamar melihat Cindy dan Jenni yang lagi asik bermain.
"Apa saya boleh gabung.?" ucap David.
Cindy hanya tersenyum...
"Apa anda sudah mendingan tuan.?" tanya Cindy pada David.
"Sudah." ucap David tersenyum. Lalu duduk di dekat Cindy.
__ADS_1
Kenapa perasaan Cindy jadi gugup seperti ini saat duduk dekat dengan David. Seakan jantungnya mau lepas dan loncat keluar dari tubuhnya.
"Kamu sudah makan.?" tanya David sambil serius main dengan Jenni.
"sudah tuan, saya ambilkan puding, apa anda mau.?" tanya Cindy.
"Apa itu kamu yang buat.?" tanya David.
"I..iya tuan." jawab Cindy.
"saya mau." ucap David, lalu Cindy bangkit dari duduknya.
Dan pergi ke dapur untuk mengambil pudding buat David dan Jenni.
Cindy melihat David dan Jenni yang bercanda membuat hati Cindy senang, terimakasih tuhan tuan David mau mengajak Jenni tinggal bersama saya dan dirinya. Gumam hati Cindy.
"Ini tuan, pudingnya." ucap Cindy menyerahkan potongan puding di piring kecil.
David menerima puding yang di berikan Cindy dengan senyum yang rahma..
"Terimakasih." ucap David.
"sama-sama tuan." jawab Cindy dirinya sedikit bingung dengan sikapnya David yang rahma pada dirinya saat ini..
__ADS_1