CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Mata yang tulus...


__ADS_3

Malam yang makin dingin... Membuat hati Nita yang manjadi beku melihat mata Arion yang menatapnya dengan serius sehingga bukan tubuhnya saja yang merasa beku tapi hatinya, yang menjadi beku takut dan kakuk.


"Saya sudah bilang saya tidak mau dengar kata TUAN dari mulut kamu." ucap Arion penuh penekanan.


"Maaf tuan, maksud saya kakak..." ucap Nita gugup dan takut.


"Saya harus panggil apa.?" ucap Nita, yang jujur sangat takut tapi tatapan mata Arion sangat sejuk.


"Panggilan untuk seorang suami, yang pantas." ucap Arion.


Nita diam dan berpikir apa yang pantas untuk Arion panggilan yang cocok.


"Maaf saya tidak tahu, apa anda bisa kasih tau saya akan turutin dan akan saya panggil anda atas perintah anda." ucap Nita.


"Hahahaha.... Kamu gemesin, bagaimana panggil saya dengan sebutan cintaku, suamiku." ucap Arion.


"Tuan...Maaf maksud saya, apa itu tidak berlebihan.?" ucap Nita.


"Jadi kamu mau panggil apa.?" ucap Arion.


"Sayang." kata Nita dengan gugup walau iya merasa sangat risih dengan panggilan sayang.


"Boleh juga, mulai hari ini jam ini detik ini dan menit ini kamu harus panggil saya sayang." ucap Arion.

__ADS_1


"Baik." ucap Nita.


#####


Pagi yang cerah Nita sudah bangun sebelom matahari muncul menyiapkan sarapan untuk penghuni villa yang ada, rencana akan balik hari ini Nita berniat tidak masuk kerja, apa lagi ini perjanjian diri nya dan nenek Linda akan balik kerumah utama.


"Kamu yang siapin ini semua.?" tanya Cindy yang baru bangun.


"Iya mah, mama apa aku tetap disini.?" ucap Nita.


"Kamu tahukan nenek pasti tidak akan mengizinkannya." ucap Cindy.


"Iya si, nenek pasti marah." ucap Nita.


"Nah kamu sudah tahukan... Oh ya mana Irwan.?" tanya Cindy.


"Yauda, mama kesana dulu... Oh ya Arion masih tidur.?" tanya Cindy.


Cindy mengambil Irwan di kamar Bi Sri....


tok..tok..tok...


ceklek...suara pintu.

__ADS_1


"Nona besar." ucap bi Sri membukakan pintu.


"Irwan, lagi apa.?" tanya Cindy.


"Lagi tidur nona, non maaf saya mau tanya." ucap Bi Sri.


"Tanya apa Bi.?" ucap Cindy.


"Apa benar hari ini, non Nita dan Irwan akan balik ikot kerumah besar non.?" ucap Bi Sri.


"Iya Bi, kasian Arion sendirian tidak ada istri dan anaknya." ucap Cindy.


"Nanti kami akan kesepian dong non, nona beruntung dapat menanti seperti non Nita, tapi kenapa tuan muda tidak mencintai nona Nita. Maaf nona kalau saya lancang." kata bi Sri.


"Nita memang sangat baik, tapi saya harap bibi mau mendoakan yang terbaik untuknya." ucap Cindy.


"Sudah pasti non, nona tidak seperti nona muda pada umum nya yang belagu dan merendahkan orang... Nona Nita malah tiap gajian dari toko roti kamu di kasih juga walau saya sudah menolaknya, malah suka belanja bulanan padahal nyonya sudah kasih ke kami." ucap Bi Sri.


"Itu yang membuat nenek menyukainya." ucap Cindy tersenyum.


"Iya saya juga menyukainya." ucap Bi Sri.


Arion yang sudah bangun, melihat Nita yang lagi asik menyusun lauk dan piring di meja makan yang di bantu oleh Emba Leni... Leni sadar atas kehadiran tuan muda tanpa Arion menyuruh dirinya pergi Leni meninggalkan Nita sendiri.

__ADS_1


"Pagi sayang." ucap Arion yang memeluk Nita dari belakang dan bermanja-manja di pundak Nita.


"Tuan anda sudah bangun." ucap Nita gugup dan risih Arion tidak pernah seperti ini...


__ADS_2