
Nita turun untuk sarapan bersama karena perut nya sudah mulai sangat lapar.
"Pagi nenek, nyonya dan tuan." sapa Nita pada penghuni yang lagi duduk di meja makan.
"Nit.. kamu panggil mama masi nyonya.?" ucap Jenni yang baru datang dari kamar ya, langsung merangkul Nita dari belakang.
"Mama sudah bilang pada Nita, tapi entah mengapa dia tidak bisa." ucap Cindy.
"Duduk sini." ucap nenek.
"Kamu harus terbiasa Nita untuk memanggil aku papa, dan mama." ucap David.
"Iya tua, 🤠papa maksud saya." ucap Nita.
"Pagi semua, hai kak..." sapa Arion pada semua anggota yang ada.
"Istri kamu kok tidak kamu kis.?" ucap nenek.
"Maklumlah nek, masi baru." ucap Jenni.
Arion pun mencium kening Nita...Sementara Nita hanya menunduk iya pun tidak terbiasa apalagi tadi ucapan Arion membuat hatinya sakit sekali.
Arion berangkat ke kantor, sesampainya di kantor para pegawai bingung kenapa CEO atasan mereka datang masuk kerja, semua karyawan tahu bahwa Arion baru saja habis menikah.
"Wei... Ion kamu GK salah.?" sapa Rudy asisten sekaligus sahabat dekatnya.
Mereka tiba di ruangan Arion, Arion langsung menyalakan laptopnya dan duduk di kursi kerajaannya, sementara Rudy duduk di kursi depan Arion.
"Hey bro, kamu kan baru menikah kok sudah masuk.?" ucap Rudy.
__ADS_1
"Kamu tidak ada kerjaan.?" ucap Arion.
"Weiiii kok marah sih kamu, apa Nita malam kecapean dan tidak kasih kamu jatah.?" ucap Rudy menggoda sahabatnya.
"Jam makan siang aku izin, ingin antar Dewi kerumah sakit dia dari pagi muntah dan tidak enak badan." ucap Rudy.
Mengingat ucapan Rudy sahabatnya Arion teringat tadi juga pagi Nita muntah.
"Iya." ucap Arion singkat.
"Apa sebaiknya aku beli rumah atau tinggal di apartemen saja.?" ucap Arion.
"Karena kalian masi berdua, dan Nita orangnya tidak bisa diam lebih baik apartment saja." ucap Rudy.
"Kalau gitu besok suruh orang beli satu tempat tidur di apartement aku dan taruh di ruang kerja aku." ucap Arion.
"Untuk siapa, apa kamu mau ajak ayah mertua kamu tinggal bersama.?" ucap Rudy.
"Baiklah." ucap Rudy ( aneh banget. ) gumamnya pelan.
"Kamu bilang apa.?" ucap Arion.
"Ngak ada." ucap Rudy. lalu meninggalkan ruangan Arion.
Jam makan siang tiba... Rudy pamit untuk pergi kerumah sakit membawa istrinya Dewi periksa, di lobby Rudy bertemu Nita dan mereka saling menyapa.
"Nita.?" ucap Rudy.
"Siang tuan." ucap Nita.
__ADS_1
"Hey... Aku bukan tuan kamu, apalagi kamu adalah istri bos ku masa panggil aku tuan. Panggil saja aku Rudy." ucap Rudy.
"Kak Rudy." ucap Nita.
"Mmmm.... Boleh lah." jawab Rudy.
"Kamu mau keruangan Arion ya.?" ucap Rudy.
"Iya, apa tuan muda Arion ada kak.?" ucap Nita yang tidak sadar akan ucapannya itu, membuat Rudy yang me dengar ketawa.
"Nita... Nita kamu lucu, masa masih panggil tuan muda Arion, panggil sayang atau mas Arion." goda Rudy ke Nita.
"Maksud saya, kak Arion." ucap Nita.
"Boleh lah dari pada tuan muda. Ada di ruangannya, kamu mau ajak makan siang.?" ucap Rudy.
"Aku mau antar makan siang kak." ucap nita.
"Yauda, kalau gitu aku permisi dulu." ucap Rudy.
"Iya kak." ucap Nita lalu menaiki lift menuju ke ruangan Arion. Semua karyawan sudah pergi makan siang.
Tok...Tok...
"Masuk." ucap Arion di dalam ruangannya.
"Kamu, ngapain kesini.?" ucap Arion terkejut yang datang Nit rupanya.
"Ini tuan saya, mengantar makan siang untuk anda." ucap Nita menunjukan rantang yang dia bawa.
__ADS_1
Arion mengambil telepon dan memencet salah satu nomor yang menghubungi karyawannya.
"Keruangan saya." ucap Arion di balik telepon.