
" Biarkan saja Cindy bangunkan David." ucap papa Doni.
" Iya ma nanti kasian kak Cindy kena marah kak David." sambung Lusi.
"Yasudah lah..." ucap mama Linda.
Cindy masuk kekamarnya untuk bangunkan David yang tadi tidur diranjang Cindy.
Ceklek.... suara pintu di buka.
Cindy yang melihat David sedang tertidur pulas di kasurnya... Membuatnya ragu untuk membangunkan david, lihat wajah David yang tidur dengan nyenyak.
"Sepertinya dia sangat lelah dan capek... apa tidak usah di bangunkan saja.?" ucap Cindy pelan, tapi saat Cindy memperhatikan David suaminya dari dekat. kenapa jantungnya seperti lagi meraton dengan kencang.
Wajah David yang putih dan mulus tanpa ada noda, hidung yang mancung dan bibir yang seksi serta bulu mata yang lentik.... "aku aja wanita, merasa iri melihat wajahnya. ya Tuhan apa aku salah kalau aku mencintainya.?" ucap batin Cindy.
Lalu Cindy bangkit dari memandang wajah David... tidak jadi dirinya membangunkan David suaminya. Saat Cindy beranjak ingin pergi meninggalkan David yang lagi tertidur tiba-tiba tangan Cindy di tarik, dirinya terkejut tapi ternyata David yang memegang tangannya.
"Tuan." ucap Cindy.
"Sudah puas kamu melihat wajah ku." ucap David sambil memejamkan matanya.
"maaf tuan." ucap Cindy yang terkejut David tahu dirinya memandang wajahnya.
__ADS_1
David berjalan melewati Cindy yang lagi termenung, David keluar dari kamar Cindy menuju ruang tamu dimana mama,papa,adik dan neneknya lagi berkumpul.
"kenapa si...aku salah terus dimatanya.?" ucap cindy pelan lalu menyusul David keluar.
"Ma,pa,nenek. kalian baru sampai.?" ucap David.
"iya lumayan sudah dari tadi, mama tadi nyuru Cindy jangan bangunin kamu." ucap mama Linda.
"Kalian dari mana.?" tanya David.
"kami dari rumah, adik kamu sengaja mau kesini mau makan pudding buatan cindy." ucap nenek.
"habis enak, aku gk doyan kalau buatan Emba Dina di toko." ucap Lusi.
David hanya diam, sementara Cindy baru tiba dia tidak mengerti apa yang lagi di bicarakan.
"Apa benar kak Cindy.?" tanya Lusi. yang menoleh ke arah Cindy yang baru duduk bergabung.
"Iya." jawab Cindy dengan polos, sebenarnya Cindy hanya dengar kata puding.
Semua ketawa...hanya David yang diam.
"Akhir bulan aku, wilian serta Daniel dan istri-istri mereka kami mau pergi kepantai." ucap David.
__ADS_1
"ikot kak, boleh ya kak ikot.?" ucap Lusi.
"Kamu kuliah saja." ucap David.
"iiih...sebel deh sama kak David, kak Cindy aku boleh ikot ya.?" ucap Lusi merengek ke Cindy.
"Aku tidak ikot." jawab Cindy yang jujur dirinya tidak tahu kalau David akan pergi liburan...dirinya saja tidak tahu di ajak apa tidak oleh suaminya David.
"Apa benar kak Lusi gk ikot.?" tanya Cindy.
"Dia ikot." ucap David.
"mama, papa...aku mau ikot." ucap Lusi manja.
"kita nyusul saja." ucap nenek.
"Nenek memang baik, Lusi sayang nenek." ucap Lusi memeluk nenek Widia.
"Kalian ini kan liburan mereka buat apa kita ganggu,kita liburan tempat lain saja." ucap nyonya Linda.
"Mama gak asik, Lusi benci mama." ucap Lusi.
Setelah lama berdebat akhirnya semua memutuskan akan pergi liburan bersama, David tidak keberatan keluarganya ikot... baginya sama aja ada dan tidak ada keluarganya liburan suasana tidak berubah sama sekali.
__ADS_1