
Cindy akhirnya berbicara pada nyonya Linda.... ia mengungkapkan isi hatinya.
"Ma...apa sebaiknya biarkan David menikah dengan wanita yang dia cintai ma." ucap Cindy yang menunduk tanpa sadar dirinya menangis dengan ucapannya sendiri.
"Apa kamu yakin, David mau menceraikan kamu. Dan menikah.?" ucap nyonya Linda.
"Aku ingin dia bahagia, dan juga bisa memberikan yang nenek dan papa mau ma." ucap Cindy.
"Lalu buat apa kamu menangis.?" tanya nyonya Linda.
"Aku...hiks...hiks...hiks...aku mencintainya, tapi aku tidak sanggup melihat David setiap hari membuat aku sakit ma." ucap Cindy.
nyonya Linda yang melihat Cindy yang sangat sedih langsung memeluknya...mereka tidak sadar dari belakang tubuh mereka ada dua sepasang mata yang melihat ke arah mereka walau tidak mendengar apa percakapan Cindy dan nyonya Linda.
Yuli dan Daniel sudah kekamar mereka, Nita dan William juga, serta Rony dan nenek Widia juga tuan Doni sudah kekamar...tinggal Lusi dan David yang masi ada di taman itu...ia David dan Lusi yang melihat mama dan Cindy berdua, mereka mendekat.
__ADS_1
Nyonya Linda sadar ke hadiran seseorang makanya nyonya Linda melihat ke arah orang yang baru datang mendekat ke mereka...ternyata kedua anaknya David dan Lusi... nyonya Linda melepaskan pelukannya pada Cindy, lalu nyonya Linda pamit dan meninggalkan Cindy dan David berdua di taman itu.
"Tuan." ucap Cindy yang menghapus air matanya dengan jari-jarinya.
Sementara David hanya berdiri sambil tangan di masukan di saku celananya.
"saya permisi...tuan." Cindy yang beranjak ingin meninggalkan David, namun di hentikan oleh David langkahnya.
"Apa yang kamu ucapkan ke mama.?" ucap David membuat Cindy berhenti.
"oke kalau emang itu mau kamu akan aku kabulkan." ucap David, Cindy pun langsung berlari kekamar mendinggalkan David sendirian.
Didalam kamar Cindy menangis di pojok bawah tempat tidur, karena dirinya dilarang David untuk naik ke tempat tidur...ucapan David yang jijik dengan Cindy selalu terngiang.
"jangan kamu kotorin tempat tidur aku dengan tubuhnya yang miskin itu.". Cindy tau ucapan David hanya untuknya, karena cindybyakin David orang yang baik dan tidak sombong apalagi membedakan orang lain... David bersikap seperti itu hanya pada Cindy.
__ADS_1
"jangan kamu harap, setelah menikah dengan aku hidupmu akan seperti nyonya, aku akan membuat kamu lebih menderita." ini adalah ucapan David yang membuat Cindy... tidak banyak berbicara pada David.
"hiks...hiks...hiks..." tangis Cindy yang sambil berbaring di lantai lalu tertidur.
David yang masuk melihat Cindy yang baring di bawah meringkuk sambil menangis, tubuh yang gemetar... David tidak melihatnya, lalu ia mengangkat Cindy ketempat tidur menyelimuti tubuh kecil Cindy dengan selimutnya.
David memandang wajah Cindy menyingkirkan rambut Cindy yang menutupi wajah Cindy... ( aku tidak membenci kamu.) ucap batin David.
Keesokan paginya matahari sudah menampakan wajahnya Cindy Masi belom bangun, David yang sudah rapi duduk di samping Cindy yang lagi tertidur pulas di ranjang...jam sudah menunjukan pukul 07.00 pagi.
Cindy perlahan membuka matanya, betapa terkejutnya melihat David yang lagi bersandar di kepala tempat tidur...dirinya meraba dan sadar bahwa ia ada di atas tempat tidur.
"Kamu sudah bangun." ucap David.
"Maaf tuan, saya terlalu merasa nyaman jadi kesiangan, dan saya tidak sengaja tidur di tempat tidur anda." ucap Cindy yang sudah bangkit dan berdiri.
__ADS_1