
Tidak butuh lama melakukan operasi secar tersebut, dari dalam ruang operasi... Terdengar suara tangisan bayi sebelom melakukan operasi dokter membuat Nita sadarkan diri baru lah melakukan operasi secar.
Jujur dokter yang menangani Nita sebenarnya sudah ingin memanggil Arion untuk mendampinginya melahirkan tapi di cegah Nita dirinya tidak ingin Arion terbebani karena Nita mau kesadaran Arion sendiri.
"Nona muda selamat ya bayi anda laki laki dan sehat." ucap dokter dan suster.
Nita hanya menganggukkan kepalanya dia sangat pusing karena masih ada pengaruh obat bius dari dokter. Setelah di bersihkan bayi tersebut di bawa keruangan bayi. Cindy, nenek Linda, dan David serta Jenni bersama suaminya pergi ikot keruangan bayi.
Arion juga ikot nyusul sebelom Nita di pindahkan ke kamar rawat. Selesai melihat bayinya Arion langsung pergi kekamar rawat di mana Nita di taruh.
"Tuan, terimakasih." ucap Nita yang masih baring dan masih merasa pusing.
"Kamu lapar.?" ucap Arion pada Nita.
"Iya, tapi biar nanti saya minta suster bantuin saya tuan." ucap Nita.
"Baiklah." ucap Arion, yang cuek dan santai sekali.
"Mama, nenek dan yang lainnya pada kemana tuan.?" tanya Nita.
"Mereka lagi melihat bayi." ucap Arion
( Kenapa tuan muda tidak ingin mengakui anaknya. ) ucap Nita dalam hati yang merasa sedih mendengar Arion bicara melihat bayi bukan bilang melihat anak kita.
"Tuan, saya istirahat sebentar." ucap Nita.
"Hmm." jawab Arion.
__ADS_1
Arion menatap Nita, sejujurnya Arion sadar kalau Nita kecewa pada dirinya.
"Arion, bagaimana keadaan Nita.?" ucap Cindy yang baru datang.
"Aku baik saja ma." jawab Nita yang ternyata tidak tidur.
"Kamu sudah makan.?" ucap nenek Linda.
"Belom nek." jawab Nita.
"Kamu makan dulu ya, ini kakak bawain makan." jawab Jenni.
"Terimakasih ya kak." jawab Nita.
"Sini biar mama suapin kamu Nit." ucap Cindy.
"Kamu bicara apa.? kamu sudah aku anggap adik aku, papa dan mama juga serta nenek sudah anggap kamu bukan orang lian lagi." ucap Jenni.
Arion pamit untuk pergi keluar sebentar pada keluarganya dan pada Nita istrinya... Arion pergi kekamar bayi untuk melihat putranya, setelah itu Arion pulang dan pergi kerumah Rudy.
"hey, bos ada apa.? sapa Rudy pada Arion.
"Nita dan anak kamu bagaimana? tanya Rudy.
"Baik..." ucap Arion
"Selamat, ya sudah jadi papa." ucap Dewi yang baru datang gabung sama Rudy dan Arion.
__ADS_1
"Terimakasih." ucap Arion pada Dewi.
"Senang kan kamu punya anak.?" ucap Rudy.
"Aku aja senang banget, rasanya mau pulang terus dan main samanya." ucap Rudy lagi.
"Enak kalau dia sudah pulang aku mama nya Uda GK laku lagi." ucap Dewi.
Ya Rudi dan Dewi baru saja 2bulan melahirkan. bayi laki laki yang bernama ( Ridwan Sanjaya .) ya g di panggil dengan. sebutan Iwan..
"Nama anak kamu siapa." tanya Dewi.
"Dia mana mikirin sayang." ucap Rudy.
Arion baru sadar kalau dirinya memang tidak mencari nama untuk nama putranya, selama ini ia hanya fokus kerja untuk pergi kontrol aja tidak pernah.
Sudah tiga hari Nita di rawat dan akhirnya boleh pulang kerumah Arion tidak pernah datang dan muncul kerumah sakit lagi.
"Hey... bro bukan hari ini Nita dan anak kamu pulang?" ucap Rudy.
"Biarlah kan ada keluarga gue." ucap Arion yang lagi asik main game di hp nya.
"Parah Lo ya." ucap Rudy.
"Kalau gitu kenapa ngak kamu aja tadi yang jemput." ucap Arion.
"Kenapa kamu benci pada Nita Ion.?" ucap Rudy.
__ADS_1
Bersambung....