
Nita memohon agar nenek Linda dan keluarganya mau membatalkan pernikahan dirinya dan Arion tuan muda di rumah itu... Nita merasa dirinya tidak pantas menikah dengan pewaris tunggal keluarga Wijaya.
"Tuan terimakasih, tapi saya mohon biarkan tuan muda Arion yang mengambil keputusan itu." ucap Nita yang berusaha menolak dirinya sangat takut sekali Arion akan marah padanya.
"Apa ada yang berani membatah keputusan saya?" ucap David.
Nita hanya diam pada ucapan David tidak berani untuk menjawab lagi kata kata David ayah dari Arion itu memang sangat lebih tegas dan sangat dingin sikapnya seperti putranya malah lebih dingin dari putranya.
"Nanti kami akan temuin ayah kamu." ucap Cindy, memegang pundak Nita.
"Iya nyonya." ucap Nita pelan dan nunduk.
"Mulai sekarang kamu panggil saya mama, seperti Arion dan kak Jenni." ucap Cindy.
Nita hanya tersenyum ia belom biasa dan takut sekali harus memanggil Cindy dengan sebutan mama... Ya memang bagi Nita selama ini Cindy sudah seperti mama nya sendiri, karena jika ia sedih dan ada masalah di kampusnya Cindy selalu menghiburnya.
Tapi tidak sangka sekarang ia harus benaran panggil Cindy dengan sebutan mama... Nita sangat putus asa dengan semua ini rasanya ia ingin kabur dari kenyataan ini tidak ingin Arion berubah untuk membencinya.
"Nit, hari Sabtu ini kamu ikot ya ke acara pernikahan Rudy kamu kan calon istri Arion." ucap nenek Linda.
__ADS_1
"Aku biar di rumah saja nek." ucap Nita yang tidak ingin pergi, pernikaha. dan statusnya hanya di kertas.
"Biar semua tau siapa kamu Nit." ucap nenek.
"Iya mama yakin Arion juga mau kok ajak kamu." ucap Cindy.
"Tidak nyonya." ucap Nita...
"Kamu belom biasa ya, pelan pelan ya." ucap Cindy.
Nita hanya senyum iya tidak mau membuat Arion membenci dirinya... Ya Nita akuin dirinya emang mencintai Arion, tapi Nita sadar siapa dia di rumah itu dan posisinya.. Tapi tidak di sangka bahwa iya akan menikah dengan pria yang ia cintai.
Kini Arion akan sangat membencinya, Nita tidak tau apa kah dirinya akan siap dan menerima sikap Arion kelak padanya.
"Nita nanti pergi sama kamu ya Arion.?" ucap Cindy.
"Aku pergi sendiri mah." ucap Arion sambil memasukan sarapannya ke mulutnya.
"Nita pergi sama kamu." ucap neneknya.
__ADS_1
"Aku tidak mau pergi sama pembantu." ucap Arion membuat yang ada di meja makan itu terkejut akan sikap Arion.
"ARION...." ucap tuan David.
"Aku permisi dulu." Arion langsung pergi meninggalkan mereka semua.
Nita mendengar ucapan Arion, biasanya Arion tidak bersikap kasar dan tidak membedakan status seseorang. Apa ucapan dan kata kata itu hanya untuk dirinya saja, apa sebenci itu Arion padanya Nita benar benar sedih dan merasa bersalah rasanya ingin sekali dirinya kabur dari rumah besar itu.
"Nita..." ucap nenek. memanggil Nita.
"Iya nek.." jawab Nita yang sudah mendekat sambil membawa beberapa obat dan vitamin untuk nenek.
"Kamu tidak sarapan.?" ucap nenek.
"Sudah nek..." jawab Nita.
"Mulai hari ini kamu harus sarapan, makan bersama kami." ucap nenek.
"Tidak apa- apa Nek aku di belakang saja bersama yang lain seperti biasa." jawab Nita.
__ADS_1
"Nita..." ucap tuan David.
"Baik tuan." ucap Nita dirinya tidak bisa menolak lagi bila David yang sudah berbicara.