
Setelah mengirim pesan ke kakak Rena...Cindy pun akhirnya tidur,karena besok dirinya harus bekerja kembali...Cindy juga merasa capek seharian dirumah sakit menjaga nenek Widia.
Alaram handphone Cindy berbunyi pukul 05.30 pagi...iya langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi yang terletak di dapur rumahnya.
Selesai ritual mandi dan berpakaian baju akhirnya Cindy keluar membantu ibunya di dapur yang bersiap untuk berjualan hari ini.
"Bu Jenni belom bangun ya Bu.?" tanya Cindy pada ibunya yang lagi membawa barang jualannya ke luar rumah.
"belom cin...biarkan Jenni tidur kasian Jenni nangis terus,ibu gk tega sama Jenni cin...ibu juga gak habis pikir sama kakak kamu Rena kenapa tega ninggalin Jenni." ucap Bu Mira yang tanpa sengaja air matanya keluar dari kelopak matanya.
"sudah ya Bu...Cindy yakin nanti kak Rena akan tinggal bersama kita lagi Bu." ucap Cindy yang memeluk ibunya.
"kamu hari ini ke toko kan cin.? tidak kerumah sakit lagi kan.?" tanya ibu Cindy.
"kayaknya tidak Bu, hari ini Cindy ke toko Bu." ucap Cindy yang lalu pamit kerja.
...••••••...
Nyonya Linda datang ke toko pagi-pagi sekali sebelom kerumah sakit dirinya singgah ketoko kue miliknya.
__ADS_1
saat dirinya datang Cindy dan Dina sudah bersiap-siap untuk menjual kue yang di buatnya.
"Pagi nyonya." sapa Cindy yang lagi mengelap kaca untuk menaruh kue.
"pagi...cin, kemana Dina.?" tanya nyonya Linda.
"lagi di dapur nyonya.." jawab Cindy.
Akhirnya nyonya Linda ke dapur...menemui Dina yang lagi memanggang beberapa kue yang akan siap di jualnya.
"pagi nyonya." sapa Dina yang melihat nyonya Linda datang ke dapur.
Setelah Cindy dan Emba Dina menyerahkan laporan penjualan Minggu ini pada nyonya Linda...nyonya Linda pergi kerumah sakit dan akan memeriksa semua dirumah sakit nenek Widia dirawat.
......•••••••••......
Jam 02.00 siang Cindy dan Emba Dina lagi beres-beres karena hari ini banyak pengunjung...jadi toko mereka tutup lebih awal dari biasanya...saat Cindy lagi cuci piring da perabotan lainnya handphone miliknya berbunyi...
Tertulis nama Ibu ku memanggil...
__ADS_1
"hallo." ucap Cindy mengangkat handphone miliknya.
"Apa benar anda putri kecil pemilik nomor ini.?" tanya seorang wanita yang menelepon Cindy menggunakan nomor ibu Mira.
"Iya saya anaknya Emba.,ada apa ya Emba kenapa handphone ibu saya sama Emba ya.?" tanya Cindy.
"Saya dari rumah sakit,saya ingin memberitahu bahwa ibu anda masuk rumah sakit karena kecelakaan." ucap suster tersebut dirinya juga sempat telephone Rena tapi tak di jawab akhirnya menelepon cindy.
Cindy sangat terkejut mendengar ibunya kecelakaan...piring yang iya pegang pun terjatuh kelantai dan pecah berhamburan sehingga hancur. dina yang mendengar suara piring jatuh, langsung mendekat kearah suara itu...saat dirinya sudah dekat melihat Cindy yang lagi duduk di bawah lantai sambil menangis.
"Cindy,ada apa.? kenapa bisa jadi begini.?" ucap dina yang melihat Cindy menangisdi lantai dengan berhamburan pecahan beling..
"Emba...ibu Emba...hiks...hiks...hiks.'' ucap cindy ya menangis.
"Kenapa dengan ibu cin.?" tanya Dina bingung.
"ibu...ibu ...kecelakaan Emba. huwaaa...huwaaa.." tangis cindy pecah. sambil memeluk Dina.
"sekarang ibu dimana.? kamu pergi saja cin...biar saya yang beresin semua ini cin." ucap dina.
__ADS_1
Akhir ya Cindy pergi meninggalkan Dina sendirian yang membereskan semua yang berantakan.