
Arion mempersilakan Cindy mama nya untuk masuk kekamarnya...
"Arion ada apa.?" tanya Cindy tutup point pada Arion putranya itu.
"Mah... Yulita tidak ingin bertemu Arion." ucap Arion bete dan duduk di sofa nya.
"Beri Yulita waktu Rion, mama yakin nanti kalau dia sudah lebih tenang pasti ia akan mau bertemu kamu." ucap Cindy.
"Mah... Tapi Arion tidak mengerti kenapa Yulita memikir bahwa Arion akan menghinanya.?" ucap Arion yang makin kesal.
"Sayang bukan seperti itu... Yulita pasti punya alasannya nak, mama yakin Yulita sangat mencintai kamu tapi kamu harus memberikan waktu untuk nya sayang." ucap Cindy.
"Arion peduli dan sangat sayang pada Yulita Arion bisa menerima dirinya apa ada nya ma." ucap Arion sambil memegang dadanya.
" Kamu bisa menerima keadaanya, tapi Yulita tidak bisa menerima keadaanya sendiri sayang." ucap Cindy, membuat Arion menoleh ke arahnya dan terdiam.
Diam dalam pikirannya akan ucapan Cindy membuat Arion sadar dan mengerti manksud mama nya itu. Arion sangat dekat sama mama dan kakak nya Jenni setiap ada masalah Arion pasti mencari Jenni atau Cindy mereka sangatlah berarti buat Arion.
"Apa papa boleh masuk.?" ucap Daniel...
__ADS_1
"Kaka juga boleh ya.?" ucap Jenni.
"Untuk apa kalian kekamar aku.?" ucap Arion...
"Papa tidak boleh, masa mama kamu boleh.?" ucap Daniel...
"Papa apaan si.?" ucap Arion malas melihat tinggah Daniel papa nya.
"Papa sudah bicara sama dokter di luar negri kekasih mu bisa langsung di bawa kesana." ucap Daniel karena Daniel tidak ingin putranya merasa sedih atas penyakit yang di derita Yulita kekasih Arion.
Ya diam diam Daniel mencari tau siapa yang membuat Arion putranya happy meski Cindy sudah berusaha mencegah Daniel suaminya untuk tidak melakukan itu, karena takut Arion kecewa dan marah.
"Hem...Hem... tadi aja sedih dan marah gak jelas, sekarang senyum." ucap Jenni yang menggoda adiknya itu sambil memeluk Cindy.
" Kamu jailin adik kamu aja." ucap Cindy menepuk lengan jenny yang lagi melingkar di leher nya itu.
"Ooh ya mah, pah boleh gk Jenni pergi kerumah temen besok.?" ucap Jenni meminta izin untuk nginap.
"Tidak kalau mau temen kamu yang nginap disini." ucap Daniel.
__ADS_1
"Baiklah..." jawab Jenni yang lesu... Ya gitulah Daniel sangat ketat pada anak anak mereka tapi Arion dan Jenni mengerti maksud Daniel... Karena Cindy menjelaskan sikap Daniel kepada anak anaknya dan maksud Daniel bersikap itu.
Untung saja Arion dan Jenni mengerti mengapa Daniel bersikap begitu pada mereka. Ya walau kadang Daniel sangat berlebihan.
"Mama besok kita ke mall yuk mah ada yang mau Jenni beli sekalian ajak nenek juga." ucap Jenni.
"Kamu tanya dulu nenek sama tante Lusi bisa apa tidak besok." ucap Cindy.
"Ooh ajak si kembar juga lebih seru, soalnya Adek aku lagi pusing sama cintanya yang lagi ngambek." ucap Jenni menggoda Arion.
"Kakak bukan doain Yulita malah ledekin aku." ucap Arion.
"Mama dan kakak selalu doain kalian kok, lagian kamu sikap Yulita seperti ini wajar dan kamu harus memberinya waktu agar tenang." ucap Jenni.
"Tapi kak aku mau memberinya semangat." ucap Arion.
"Iya Kaka tau...Tapi keadaannya belom tepat Rion." ucap Jenni.
Arion mengusir mama dan Kakaknya untuk keluar dari kamarnya karena ia ingin menelepon Agus Kaka Yulita sekarang untuk memberi kabar bahagia dari Daniel papa nya tadi.
__ADS_1