
Hari ini jam 9 pagi acara akad nikah berlangsung, semua kerabat, dan saudara serta rekan bisnis pada hadir dan datang semua berkumpul... Jujur kalau di ungkapkan Nita bahagia bisa menikah dengan lelaki pujaannya dan idaman para wanita singgel yang ada di kota tersebut yang mengenal Arion Wijaya.
Tapi Nita tidak bisa bahagia di atas penderitaan orang lain, karena Nita merasa Arion sangat tidak menyukai pernikahan ini. Nita sangat mencintai Arion dulu karena bagi Nita Arion lelaki yang baik setia dan lembut sert sopan.
Nita tidak menyalakan Arion bila sekarang sikap Arion berubah padanya...
"Nita selamat ya... saya doakan semoga kalian bahagia dan cepet punya baby." ucap Dewi.
" Akhirnya kamu berdiri disini juga." ucap Rudy sahabat Arion + asisten pribadinya.
"Nit selamat ya." ucap Ratna sahabat Nita di toko roti.
Nita hanya senyum... Pada tamu undangan, melihat senyum di wajah ayahnya membuat Nita merasa sedih dan bersalah sekali... Ayahnya yang duduk di kursi roda berada dengan nenek Linda, tuan David dan nyonya Cindy...serta Jenni, Lusi dan di si kembar.
Acara selesai...Nita sudah berada di kamar pengantin yang di ruas dengan indahnya. Kamar Arion yang berubah menjadi kamar yang romantis penuh dengan hiasan mawar merah.
Nita segera membuka gaun pengantinnya untuk segera menggantinya tapi sayang Arion terburu masuk..
__ADS_1
"Iya nanti ambilkan saya air ya Bi." ucap Arion pada pelayan yang lewat saat mau masuk kamar.
"Tuan..." ucap Nita mata membesar karena gaunnya sudah terbuka setengah dari tubuhnya.
Arion cuek tidak menjawab iya juga membuka jas dan kemejanya untuk mengganti pakaiannya. Di hadapan Nita tanpa rasa malu, tapi Nita langsung menutup kedua matanya dengan tangannya Arion yang melihat iya tersenyum tipis.
"Kenapa bukan kita sudah melakukannya." ucap Arion di depan wajah Nita.
"Aaa... Tuan." sontak Nita sedikit berteriak yang langsung di tutup mulutnya oleh tangan Arion.
"Kamu bisa GK kecilkan suaranya." ucap Arion.
"Berbalik biar aku bantu buka." ucap Arion.
"Maaf tuan ini minumnya, saya sudah ketok pintu tapi tidak ada jawabannya." ucap pelayan itu.
"Taruh di meja." ucap Arion.
__ADS_1
Pelayan tersebut segera pamit pergi, iya senang melihat Nita dan Arion bisa menikah karena penghuni rumah ini dan para pelayan memang setuju bila Arion bersama Nita.
"Terimakasih tuan." ucap Nita langsung ke kamar ganti.
Arion dan Nita memang tidur satu ranjang tapi mereka saling membelakangi.
Pagi tiba Nita bangun lebih pagi dari Arion... Nalurinya sebagai istri muncul di pagi ini Nita menyiapkan pakaian Arion untuk berangkat bekerja, selesai mandi.
"Pagi," sapa Nita yang melihat Arion sudah bangun.
"Untuk apa baju ku.?" ucap Arion.
"Aku hanya menyiapkan untuk anda tuan." ucap Nita.
Arion bangkit dan mendekat ke arah Nita..
"Kamu tidak perlu repot repot, kita akan melakukan peran suami istri hanya di depan kedua orang tua saya dan nenek, sekarang hanya ada saya dan kamu. Jadi saya harap kamu jangan pernah menyentuh barang milik saya." ucap Arion lalu masuk kamar mandi.
__ADS_1
"Kasih pelayan baju itu, aku tidak ingin memakai baju yang sudah kamu sentuh." ucap Arion lalu menutup pintu kamar mandi.
"Baik tuan." ucap Nita sambil memegang baju Arion yang dia pegang. Air mata pun turun dengan deras Nita menuju kamarnya di dalam iya menangis.