CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Menjual Rumah...


__ADS_3

Marco yang panik melihat Cindy menangis seperti itu apalagi sekarang Cindy lagi hamil, ya Marco tahu Cindy sedang mengandung anak David saat ini... karena Bu Mira pernah bercerita pada dirinya bahwa Cindy lagi hamil.


"Cindy...lebih baik kamu makan siang dulu, kasihan bayi kamu bila kamu sedih terus... kamu tidak inginkan kalau anak kamu tau bahwa ibunya wanita yang lemah." ucap Marco.


Cindy menghapus air matanya...lalu melihat ke arah Marco.


" Maafkan saya dan ibu selalu merepotkan kamu." ucap Cindy.


"Cindy, sudah aku bilang aku selalu siap menolong kalian." ucap Marco.


" Apa saya boleh minta tolong, satu kali lagi.?" tanya Cindy pada Marco.


" Katakan Cindy, saya akan selalu membantu kamu. walau kamu tidak memintanya sekalipun." ucap Marco.


"Tolong bantu saya jual rumah saya, ke pak Rusli." ucap Cindy.


"Rusli yang rentenil itu.?" tanya Marco memastikan ucapan Cindy.

__ADS_1


Cindy hanya mengangguk-anggukkan kepalanya...tanda iya benar yang di ucapkan Marco.


" Baiklah." ucap Marco, karena Marco tau pasti itu buat biaya Bu Mira Cindy tidak akan mau minta bantuan orang lain apalagi pada suaminya yang kaya raya itu.


Jam sudah menunjukan makan siang, Cindy dan Marco pergi kekantin walau tidak lapar dan tidak napsu makan Cindy tetap harus makan, karena dia tidak boleh egois pada anaknya. biar bagaimana keadaannya saat ini dirinya harus makan.


Selesai makan cindy dan Marco menjemput Jenni di rumah kakaknya marco...Lalu mereka pulang kerumah Bu Mira, sesampainya di rumah Cindy mengambil surat rumah dan di serahkan kepada Marco. ya Cindy memutuskan dirinya menjual rumah warisan ayahnya itu. karena cindy tidak mau menambahkan hutangnya pada David.


Selesai Cindy menyerahkan sertifikat rumah pada Marco...iya beristirahat dulu sambil mengajak jenni untuk tidur siang. sekalian dirinya juga istirahat sambil menunggu handphone miliknya terisi penuh.


Sudah dua jam Cindy tertidur, Jenni juga ikot bangun dari tidur siang.


"Iya, nenek pasti baik-baik saja Jenni harus doain nenek ya." ucap Cindy.


"Iya Tante." jawab Jenni.


"Anak pintar...sekarang Jenni mandi dulu ya." ucap cindy.

__ADS_1


Jenni pergi mandi, sementara Cindy menghubungi David memberitahu bahwa dirinya tidak bisa pulang. beberapa kali Cindy menghubungi tidak ada jawaban dari David, Cindy memutuskan mengirim pesan pada David.


( Tuan maaf, saya hari ini tidak dapat pulang.) isi pesan singkat Cindy ke David. Sudah hampir satu jam tidak ada balasan dari David...Cindy memutuskan untuk mandi dan pergi kerumah sakit.


Selesai mandi Cindy akan pergi kerumah sakit, tapi sebelomnya ia menyiapkan bekal makan malam untuk dibawa ke rumah sakit, setelah selesai barulah Cindy pergi bersama jenni...Jenni terpaksa dibawa cindy kerumah sakit karena tidak akan mungkin Jenni di titip lagi ke kakaknya Marco.


ceklek...suara Cindy membuka pintu.


"Marco.?" ucap Cindy yang melihat Marco duduk di kursi teras.


"Kamu sudah selesai, kalau sudah siap mari kita berangkat." ucap Marco berdiri.


"Biar aku sama Jenni pergi naik, ojek online saja." ucap Cindy.


"Kamu lagi hamil cin." ucap Marco.


Akhirnya Cindy ikot dengan Marco naik motor milik Marco...Sampai di rumah sakit saat Cindy dan Marco serta Jenni berjalan menuju kamar ibu Mira para suster berlarian kekamar Bu Mira..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2