
Hari demi hari telah berlalu... Arion yang makin sibuk dengan pekerjaannya dan tanpa terasa sudah hampir satu bulan Arion dan Yulita berpisah di taman itu.
Hari ini Arion ada janji meting dengan Agus Kaka dari Yulita... Tapi sayang meetingnya batal dari pihak Agus yang tidak bisa hadir untuk bertemu Arion. Entah apa penyebab batalnya pertemuan mereka.
Arion merasa marah dan kecewa atas sikap kakak Yulita yang tidak bisa konsisten dalam bekerja.
"Aku yakin kak Agus ada alasannya Rion, aku yakin ini bukan sengaja bisa juga dia konsisten kok. Apa perlu aku cari tahu.?" ucap Rudy.
"Uda jangan bela dia, kayaknya mereka memang ngerjain gue." ucap Arion yang sangat kecewa dan marah.
"Kenapa si kamu selalu saja berpikir buruk pada mereka Rion.?" ucap Rudy.
Arion dan Rudy pergi makan siang di sebuah restoran yang tidak jauh dari kampus mereka dulu. Saat lagi asik makan ada seorang wanita datang mendekat ke mereka dengan pakaian yang sedikit seksi dan terbuka.
"Hai Arion.?" ucap gadis itu yang menyapa mereka berdu.
"Wau boddy Lo tambah sexsi aja?" ucap Rudy.
__ADS_1
"Berisik Lo... Kok kalian berdua disini, tidak ikot pergi nyelawat.?" ucap gadis yang menyapa Arion dan Rudy.
"Maksud Lo apa siapa yang meninggal.?" ucap Rudy pada Tari gadis yang datang ke meja mereka.
"Jadi kalian tidak tahu, Yulita meninggal.?" ucap Tari sangat santai.
Sementara Arion yang mendengar itu languang bangkit dari kursinya dan menuju parkiran mobil yang lalu di susul oleh Rudy sahabat sekaligus asisten pribadinya...
"Biar aku bawa mobilnya Lo lagi kayak gini tidak mungkin bawa mobil." ucap Rudy.
Arion menangis mengingat dan mengenang kenangan dirinya bersama Yulita mantan kekasihnya.
Sesampainya Arion dan Rudy di rumah duka, Arion yang melihat tubuh kaku Yulita yang berbaring. tumpah air matanya rasanya sakit sekali hatinya di hari terakhir Arion tidak dapat menemaninya, Agus dan ayah Yulita tuan Ferri serta nyonya Dian.
"Rion Tante ucapkan terimakasih kamu sudah membantu biaya pengobatan Yulita selama ini, tapi Tante tidak percaya tuhan malah mengambil Yuli.." ucap Dian yang menangis sangat sedih dirinya atas kehilangan Yulita putri satu satunya itu.
"Maafkan Yuli ya Arion kalau ada salah pada mu." ucap om Ferri ayah dari Yulita.
__ADS_1
"Kenapa anda tidak beri tahu aku.?" ucap Arion menatap tuan Ferry..
Rudy membantu melepaskan tangan Arion yang menarik kerah baju tuan Ferry ayah Yulita.
"Arion tenang dulu, pasti ini kemauan Yuli." ucap Rudy.
"Arion jangan cari ribut." ucap Agus.
Arion menoleh ke arah suara itu lalu mendekat tanpa bicara Arion memukul wajah Agus.
"Hentikan Arion disini Masi ada jenaza Yuli.." ucap Rudy.
"Kenapa tidak ada yang memberi tahu saya.?" ucap Arion yang duduk berlutut.
"Ini kemauan Yuli." ucap tuan Ferry memegang pundak Arion yang sedang duduk berlutut di depan mayat yulit menangis dan terlihat lemah ini lah Arion yang sekarang.
Yuli di makamka di sebelah makam neneknya, hati Arion sangat hancur dan sedih sekali kenapa gadis yang di cintai nya pergi dengan cepet tanpa memberinya satu alasannya sedikitpun tanpa penjelasan yang sangat tidak jelas.
__ADS_1
"Ini surat dari Yuli." ucap Agus, menyerahkan sebuah amplop pada Arion yang lagi duduk di batu nisan Yulita sambil mengusap ngusapnya.