
Tok...tok... ceklek.
"Lama banget sih.?" ucap Arion pada Rudy yang baru datang.
"Gue kan harus temenin bini gue dulu." ucap Rudy menyerahkan tas dan bungkusan. Arion menerima dan langsung masuk kamar mandi.
"Sudah makan Nit.?" ucap Rudy.
"Sudah kak, kak boleh minta tolong.?" ucap Nita.
"Apa.?" ucap Rudy.
"Tolong sedikit naikin tempat tidur." ucap Nita.
"Hahaha...Kamu gak berani minta tolong padanya ya.?" ucap Rudy.
Nita hanya senyum, bagaimana mau minta tolong dari tadi juga di cuekin ngajak ngomong aja gak di jawab sama Arion.
"Kamu belom balik.?" ucap Arion pada Rudy yang baru keluar dari kamar mandi. Rudy dan Nita padahal lagi asik ketawa dan becanda.
"Ini juga sudah mau balik., Nit aku balik dulu ya jaga kesehatan." ucap Rudy.
"Iya kak, terimakasih banyak ya kak." ucap Nita... Rudy hanya senyum pada Nita dan langsung keluar.
__ADS_1
Arion membuka kantong plastik yang di taruh di meja oleh Rudy bawa tadi... Dan di bukanya sebuah kotak makan isinya nasi. Dasar Arion makan saja tidak menawarkan Nita atau menolong Nita ambil minum.
Nita bangkit dan menuangkan air minum untuk Arion sambil membawa selang infus yang menempel di tangannya.
"Tuan ini minumnya." ucap Nita, sambil meletakan gelas yang berisi air.
"Tuan, kalau anda mau pulang tidak apa apa biar saja disini sendiri lagian disini tidak nyaman tidurnya, besok anda juga harus bekerja." ucap Nita gugup.
"Dari tadi kamu berisik." ucap Arion.
"Maaf tuan, sekali saya minta maaf sudah merepotkan Anda terimakasih banyak ya tuan." ucap Nita.
"Kamu tidak apa turun dari tempat tidur.?" ucap Arion.
Nita balik ke tempat tidurnya, sementara Arion sedang menerima telepon dari Rudy... Entah apa yang di bicarakan Arion pada si menelepon hingga akhirnya Nita tertidur pulas..
Percakapan Arion dan Rudy di telepon.
" *Nita menjual rumahnya ke rentenir untuk membayar biaya rumah sakit ayahnya." ucap Rudy.
"Berapa orang itu minta, kamu tebus surat rumahnya kembali." ucap Arion*.
Itulah yang di ucapkan Arion dan Rudy sehingga membuat Arion harus menjauh agar Nita tidak mendengarnya.
__ADS_1
( Segitu gengsinya wanita ini tidak berani menghadap aku untuk meminta tolong. )
Pagi pun tiba Nita sudah bangun dan membereskan barangnya untuk di bawa balik atau merapikan agar tidak ada yang ketinggalan di rumah sakit.
"Pagi tuan..." melihat Arion yang baru bangun Nita menyapanya.
"Tuan maaf, saya mau tanya apa anda yang sudah membayar tagihan saya.?" ucap Nita.
Karena tadi pagi pagi sekali Nita ke bagian administrasi untuk membayar tagihan kamarnya, ternyata sudah di bayar saat Nita bertanya pada suster.
"Itu papa yang bayar." ucap Arion.
"Terimakasih tuan." ucap Nita.
Nita dan Arion sudah bersiap untuk meninggalkan rumah sakit, tapi sebelom meninggalkan rumah sakit Nita menemuin Jenni di kamarnya.
"Maaf kak baru bisa jenguk kakak." ucap Nita.
"Gak apa apa Nita lagian seharusnya aku yang temuin kamu." ucap Jenni.
"Wah si kecil lagi nyusu ya." ucap Nita melihat kak Jenni yang sedang memberi asi pada bayinya.
"Kata orang susah kalau pertama kali.?" ucap Nita.
__ADS_1
"Iya, untung aja papa nya bantu jadi cepet Shereen langsung mau." ucap Jenni.