CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Hanya diam...


__ADS_3

Setelah Nita menceritakan semua yang ada di hatinya pada Cindy... Membuat Cindy merasa sedih dan kasian pada menantunya dan merasa bersalah.


"Maafin mama sayang." ucap Cindy.


"Mama tidak salah, sejujurnya Nita memang mencintai tuan muda tapi Nita juga tidak mau tuan muda tidak bahagia ma." ucap Nita.


"Baiklah nanti kita akan berbicara pada nenek ya sayang." ucap cindy.


"Izinkan Nita balik kerumah nenek Nita saja mah." ucap Nita.


"Nanti mama akan pikirkan lagi ya sayang." ucap Cindy lalu pergi meninggalkan Nita dan Irwan.


Di kamar Cindy menangis, David yang melihatnya langsung bertanya karena sudah lama tidak pernah melihat istrinya menangis, semenjak kejadian 30 puluh tahun yang lalu akibat dirinya sendiri.


"Saya kamu kenapa?" ucap David mendekat pada Cindy.


"Aku, kasian pada Nita dan Irwan, Apa sebaiknya kita biarkan Nita dan Irwan bercerai.?" ucap Cindy.


"Bagaimana dengan Irwan kalau mereka bercerai.?" ucap David.


"Apa kamu tidak lihat, Arion selalu bersikap cuek pada Irwan dan Nita." ucap Cindy.


"Apa pernah sedikit saja Arion menggendong Irwan atau sekadar bertanya." ucap Cindy lagi yang nangis.

__ADS_1


"Benar kata kamu, ini sudah satu tahun mereka menikah dan sudah hadir Irwan di kehidupannya tapi kenapa sikap Arion makin buruk." ucap David.


"Sayang, aku ada ide bagaimana kalau Nita kita suruh tinggal di villa kita kebetulan juga kamu ada cabang toko roti di sana." ucap David.


"Tapi bagaimana mama.?" ucap Cindy.


"Mama pasti setuju, karena kita masih bisa berkunjung kesana." ucap David.


Cindy hanya diam dan menganggukkan kepala bahwa iya setuju akan rencana suaminya David.


"Sudah, sekarang kamu diam ya, nanti makan siang aku akan pulang dan kita akan berbicara sama mama." ucap David menangkan istrinya.


Di meja makan semua keluarga kumpul hanya Nita yang tidak ada, nenek Linda sudah di beri tahu oleh Cindy bahwa Nita lagi GK enak badan dan makanan di antar ke kamar Irwan.


Hanya diam saja sikap Arion, dan semua keluarga juga hanya bisa diam saja saat sarapan pagi.


"Apa jadwal aku hari ini.?" tanya Arion pada Rudy.


"Tidak ada, karena hari ini tuan David yang akan pergi bersama om Rony." ucap Rudy.


"Apa jadwal liburan kamu dengan Dewi.?" tanya Arion.


"Ya menghabiskan waktu bersama anak saja paling ke mall, mau pergi liburan kan tidak dikasih lagian Keyla masih kecil."ucap Rudy.

__ADS_1


"ooh." ucap Arion.


"Kamu tidak pergi bersama Nita dan Irwan.?" ucap Rudy.


"Irwan.?" ucap Arion yang heran sama nama Irwan.


"Jangan bilang kamu tidak tahu nama putra kamu.?" ucap Rudy ya g tadi fokus menyetir lalu menoleh ke Arion yang duduk di sampingnya.


"Hmmmm." ucap Arion.


"Gila Lo parah banget..." ucap Rudy.


"Lebih baik Lo cerai saja Nita biarkan di bahagia." sambung Rudy lagi.


"Gue belom puas membuat dia menderita." ucap Arion.


"Aku heran sama kamu, emang apa salah Nita.?" ucap Rudy.


"Karena dia, sudah mau menikah sama gue." ucap Arion.


"Ya Lo sendiri juga mau kan.?" ucap Rudy.


"Aku mana bisa nolak, kamu tau kan nenek." ucap Arion.

__ADS_1


"Nita lagi, dia mana bisa menolak." ucap Arion yang balik kesal...


__ADS_2