CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Tidak seperti itu...


__ADS_3

"Kamu harus ingat satu hal, aku tidak akan pernah mencintai kamu.!" ucap Arion.


"I... iya tuan." ucap Nita yang menahan sakit.


"Bagus kalau kamu mengerti. Jangan harap setelah kamu menikah dengan aku hidupmu akan bahagia, mungkin ayah kamu pikir bahwa aku akan membuatmu bahagia dasar ayah dan anak matre." ucap Arion..


plak... Nita menampar wajah Arion.


"Ma...Maaf tuan tapi saya mohon jangan bilang ayah saya seperti itu, apalagi ayah saya sudah meninggal jadi anda tidak boleh bicara seperti itu." ucap Nita sambil menangis...


Arion yang marah di tampar oleh Nita walau tidak kencang tapi Arion tidak terima, Arion mendorong Nita ke atas tempat tidur...


"Tuan anda mau apa.?" ucap Nita yang takut melihat sikap Arion.


Arion yang perlahan membuka jasnya, lalu tali pinggang dan kemejanya...Lalu Arion menindih Nita dengan tubuhnya Nita yang berusaha melepaskan dirinya pada Arion, sehingga membuatnya lemas rasa takut sudah bercampur di hatinya.


"Tuan lepaskan saya, saya mohon lepaskan saya tuan..." ucap Nita berkali kali.


Tapi Arion makin menikmati, lalu iya merobek baju Nita sehingga melepas semua pakaian Nita tanpa sehelai benang di tubuhnya. Arion menikmati aksinya sehingga Nita pun terbawa, yang biar bagaimana Nita wanita normal dan Arion juga.

__ADS_1


Sehingga Arion sampai menumpahkan semuanya ke dalam dan sampai tertidur pulas dan lemas, Nita juga merasakan hal yang sama. Karena Irwan sudah tidur di kamarnya bersama baby sister nya karena besok Nita sudah mulai bekerja di toko roti lagi.


...#####...


Hari sudah pagi, walau matahari belom menampakan wajahnya tapi Nita sudah harus bangun subuh ini..


"Aduh kenapa tubuh ku sakit semua." ucap Nita dan melihat ke samping Arion yang lagi tertidur pulas, dirinya sadar kejadian semalam dan sadar bahwa iya tidak memakai baju sama sekali.


Dengan cepat Nita masuk kamar mandi, dan segera ke kamar Irwan ia tidak ingin melihat Arion. Sambil memberikan Irwan asih Nita mengingat ucapan Arion yang teringat di telinganya. ( Gadis murahan seperti mu jangan sok suci. ).


"Selama ini tuan muda mengira saya gadis murahan dan matre." ucap gumam Nita.


...Tok...tok... Kamar Irwan di ketuk....


"Masuk..." ucap Nita.


"Kamu sudah bangun.?" ucap Cindy.


"Mama pagi sekali juga sudah bangun.?" ucap Nita.

__ADS_1


"Kamu menangis.?" ucap Cindy.


"Ti... Tidak mah." ucap Nita gugup.


" Sayang, pasti Arion ya.?" ucap Cindy.


Nita nangis dengan pecah di hadapan Cindy mama mertuanya yang baik hati... Cinta Cindy yang Nita rasa sangat tulus pada dirinya membuat Nita merasa nyaman di hadapan Nita.


"Maafin Nita mah." ucap Nita lalu menangis melepas semua beban di hatinya, dan Cindy mengambil Irwan dari tangan Nita, agar Nita lebih leluasa melampiaskan isi hatinya.


"Mama mengerti perasaan kamu sayang, tapi kamu mau kan bertahan mama yakin Arion akan sadar itu semua." ucap Cindy.


"Mama, sampai kapan.? Nita juga tidak ingin sampai Irwan me jadi korban, karena Nita tuan muda membenci Irwan." ucap Nita.


"Iya mama juga sadar itu." ucap Cindy.


"Sekarang mama serahkan sama kamu, mama sudah tidak tahu lagi caranya." ucap Cindy.


Nita hanya menangis, diri nya masih saja memikirkan kondisi nenek Linda.

__ADS_1


__ADS_2