
Jam sudah menunjukan 21.00 atau jam sembilan malam... akhirnya Cindy dan Bu Mira serta Jenni pamit untuk pulang. saat nenek menyuruh David mengantar mereka balik, Cindy menolaknya karena merasa tidak enak hati pada David.
"Biar nek, biar kami pulang naik taksi saja, lagian kasian kak David baru pulang dari luar kota, sudah jemput saya dan ibu tadi, biarkan istirahat saja nek, besok sudah harus kerja" ucap Cindy...dia mema g sadar siapa dirinya bagi David.
"Kamu perhatian dan sayang sekali pada David.? sudah tidak apa- apa biar David yang antar." ucap nenek Widia.
"Tapi...nek, kalau tidak biar di antar sama supir saja nek." Cindy mati-matian menolaknya.
"Sudah Cindy jangan menolaknya." ucap tuan Doni dan nyonya Linda.
Akhirnya David mengantar Cindy pulang...sesampainya seperti biasa karena mobil tidak bisa masuk akhirnya mobil David hanya di depan gang saja, Bu Mira yang sudah turu dan Cindy yang masi bersama David.
"Tuan terimakasih banyak ya, maafkan saya dan keluarga saya sudah merepotkan anda." ucap Cindy yang sudah di luar mobil sementara David Masi di dalam mobil..
__ADS_1
"Besok saya akan buat surat kontrak pernikahan kita." ucap David lalu menutup jendela mobilnya melajukan mobilnya meninggalkan cindy, Cindy yang amsi berdiri dan melihat mobil David yang sudah menghilang.
...----------------...
Keesokan paginya matahari yang belom terbit cindy sudah bangun subuh-subuh... Jenni yang masi tidur di kamar Cindy. memang sudah beberapa hari Jenni tidur dengan Cindy sudah tidak mau tidur dengan neneknya. Cindy berbipikir bagaimana kalau dirinya menikah dan tinggal dirumah david yang megah itu.
Jenni pasti akan menangis mencari dirinya, baru saja Jenni tenang dan tidak menanyakan ibu kandungnya lagi itu...masa kini membuatnya sedih kembali dengan kepergian Cindy...( Kak Rena, kakak dimana Cindy harap Kaka pulang kak. ) batin Cindy berdoa agar kakaknya kak Rena pulang siapa tau ada kak Rena tidak membuat Jenni sedih bila dia menikah nanti.
Jam sudah menunjukan pukul delapan pagi...Cindy bersiap-siap untuk pergi bekerja setelah membantu ibunya...seperti biasa di toko sangat ramai setiap hari Senin.
sudah di tentukan sebulan lagi dirinya akan menikah dengan David...jadi hari ini di toko kue sudah ada karyawan baru, membuat Cindy sedikit terkejut kedatangan karyawan baru. yang bernama Melan.
"Hai Cin...kamu sudah datang.?" ucap Dina.
__ADS_1
"iya pagi Emba, siapa kak wanita itu.?" tanya Cindy melihat Melan yang lagi mengelap meja.
"Itu namanya melan cin, suaminya kena PHK jadi dia nanti gantiin kamu cin,suami nya juga sekarang bekerja di pabrik suami kamu." ucap Emba Dina.
"Apaan sih. Emba suami, suami...jadi aku akan di pecat ya Emba sama nyonya Linda.?" ucap Cindy.
"kamu bukan di pecat tapi naik pangkat jadi mantu pemilik toko kue ini." ucap Dina, sementara Cindy memanyunkan bibirnya tanda dirinya sedikit kesal dan sedih.
"Emba apa bisa bantu saya bicara sama nyonya Linda agar saya tetap Masi bekerja disini.?" ucap Cindy memohon.
"kamu aneh ya cin..kamu harus minta ijin sama suami kamu, siapa tau malah di buatin toko baru." ucap dina sedikit becanda, sementara Cindy lagi tidak mood untuk diajak berncanda hari ini.
Bersambung.....
__ADS_1