
Dokter pribadi nenek Widia datang dan memperiksa kondisi nenek Widia... selesai periksa dokter tersebut memberikan sebuah resep lalu di sambut oleh pak Joni...
Setelah mendengar penjelasan dokter bahwa nenek tidak boleh terlalu banyak pikiran dengan kondisinya yang sekarang... Selesai nenek diperiksa dan nenek sudah sadar semua akhirnya sarapan.
Emba Nina menyiapkan dua menu yang salah satunya adalah nasi uduk yang di bawa oleh Cindy...
Lusi mencium wanginya nasi uduk membuat perutnya bergoyang dan menari-nari.
"Wangi banget...saya mau dong bi Susi." ucap Lusi pada Bu susi yang lagi menaruh lauk di meja.
"Iya non..ini nasi uduk yang di bawa nona Cindy." ucap Bu Susi.
"ooh ya...Kaka bawa nasi uduk tadi.?" ucap Lusi.
"Iya, saya bawa dari rumah." ucap Cindy.
"kalau gitu kita makan nasi uduk saja." ucap nyonya Linda.
"Boleh juga." ucap tuan Doni.
Sementara David hanya diam saja...dia menurut saja tapi dirinya mengambil lauk yang ada di meja bukan nasi uduk David makan yang dimasak oleh koki rumahnya.
Selesai makan semua keruang keluarga...tapi tidak dengan Cindy dia malah membantu para pelayan untuk bersihkan meja makan...
__ADS_1
"David, sebaiknya kamu cegah istri kamu untuk tidak selalu mengerjakan pekerjaan itu biarkan para pelayan saja." ucap tuan Doni.
"Biarkan saja, lagian memang pantas untuknya." ucap David yang lagi asik main handphone miliknya.
"David." ucap tuan Doni yang bangkit dengan nada tinggi meamnggil putranya.
"Jadu selama ini kamu tahu bahwa Cindy mengerjakan semua.?" ucap tuan Doni.
"hmm." hanya itu jawaban David.
Lalu tuan Doni berjalan ke dapur...
"Cindy biarkan Susi dan Nina yang mengerjakan semua ini." ucap tuan David melihat Cindy lagi mencuci piring sementara Nina yang mengelapnya sedangkan Susi lagi mengupas bawang.
"Tidak ada tapi-tapian Cindy." ucap tuan Doni, akhirnya Cindy menghentikan pekerjaannya lalu mengikoti tuan Doni dari belakang.
Nyonya Linda hanya membuang napas dnegan kasar melihat David yang begitu cuek pada Cindy. Lusi dan nenek Widia tidak percaya kalau David bisa sekejam itu pada Cindy yang sekarang menjadi istrinya.
"Saya pamit ke atas." ucap Cindy yang tidak nyaman bila berdekatan dengan David suaminya.
Saat di atas...Cindy duduk di teras kamar nya di belakon kamar sambil memandangi pemandangan di halaman belakang, tiba-tiba handphone yang lagi dirinya pegang berbunyi tertulis nama ( Nita memanggil ). Cindy mengangkat panggilan tersebut.
"hallo." sapa Cindy.
__ADS_1
"cin, kamu lagi apa.?" tanya Nita si penelepon.
"aku lagi duduk,kamu Nit lagi apa.?" Cindy tanya balik.
"Aku lagi nunggu kak William dia bilang ingin jemput aku mau ajak nonton, nanti kamu datang ya kepernikahan aku cin." ucap Nita.
"iya." ucap Cindy.
"Cin, bagaiman kamu ajak kak David buat nonton bareng. kita ketemua." ucap Nita.
"Sudah kamu saja,aku tidak mau ganggu." ucap Cindy karena cindy tidak akan berani mengajak David untuk keluar.
"Kamu ini, ayo dong kak Daniel juga ikot loh sama kak Yuli." ucap Nita.
"Itu sudah ada temennya." ucap Cindy, jujur Cindy juga ingin pergi kalau saja dia menikah bukan dengan David mungkin Cindy akan mengajak pergi bersama.
"Sudah ya aku tutup teleponnya Nit." ucap Cindy.
...°°°°...
**MOHON DUKUNGAN DAN KOMENNYA JANGAN LUPA LIKE JEMPOLNYA...
TERIMAKASIH 😊🙏**
__ADS_1