
Setelah menjenguk kak Jenni Arion dan Nita pamit untuk pulang setelah melihat baby Shereen, di depan pintu setelah mereka keluar dari kamar kak Jenni .
"Tuan terimakasih banyak." ucap Nita membungkukkan badannya...
"Terkasih anda sudah mau temenin saya dan makasih juga untuk semuanya tuan." ucap Nita.
Arion masi saja berdiri diam.
"Kamu masi mau berdiri disitu.?" ucap Arion.
"Saya masi ingin menjenguk ayah saya dulu tuan." ucap Nita.
Arion hampir saja lupa kalau mertuanya ayah Nita ada di rawat di rumah sakit ini juga.
"Saya permisi tuan, sebelom makan malam saya akan pulang." ucap Nita.
Arion melihat jam di tangannya...
"Tunggu aku juga akan ikot jenguk ayah kamu." ucap Arion.
"Terimakasih tuan." ucap Nita... Mereka berjalan menuju kamar tuan Jasper ayah Nita yang lagi koma terbaring di rumah sakit.
"Suster... Bagaimana ayah saya.?" ucap Nita.
"Ayah anda belom sadarkan diri." ucap suster tersebut yang habis mengecek keadaan tuan Jasper.
__ADS_1
( ya... tuhan kenapa ayah belom sadarkan diri. ) Batin Nita yang sangat cemas akan kondisi keadaan ayah nya yang dari mana lagi untuk membiayai rumah sakit semua uang tabungan dan uang jual rumah sudah tidak akan cukup..
"Ayah... Ini Nita." sapa Nita pada ayah nya yang lagi terbaring.
"Ayah maafin Nita, Ayah buka matanya." ucap Nita memegang tangan ayahnya sambil menangis.
Arion hanya diam menatap istrinya yang menangisi ayahnya, jujur Arion merasa sangat kasian pada istrinya Nita biar bagaimana Arion tetaplah pria yang baik hati... Tapi entah kenapa pada Nita istrinya sikapnya sangatlah dingin dan cuek.
"Lebih baik kita pulang dulu, nanti bisa jenguk lagi." ucap Arion pada Nita.
"Baiklah tuan.... Ayah Nita pamit dulu." ucap Nita.
Mereka hanya diam, di dalam mobil seperti biasa Nita hanya melihat keluar jalan dari kaca jendela samping mobil, Arion fokus mengendarai mobil... Kak Jenni juga sudah balik dari rumah sakit karena permintaan nenek akhirnya Jenni, anaknya dan Jimmi mereka tinggal di rumah nenek Linda, Arion dan Nita juga balik kerumah nenek Linda.
"Biar saya bawakan." ucap pelayan yang mengambil tas ya g Nita pegang, tapi Nita tida memberikannya.
"Biar saya saja." ucap Nita.
"Tidak apa apa nona saya bawa kan." ucap pelayan itu berebut tas dengan Nita.
" Tidak usah Emba." ucap Nita.
Arion langsung mengambil tas Nita...
"Siapkan saja makan siang." ucap Arion pada pelayan.
__ADS_1
"Baik tuan muda." ucap pelayan yang bernama Wenni itu dan langsung pergi ke dapur.
"Tuan tas saya..." ucap Nita tapi Arion tidak menghiraukannya.
"Kalian sudah datang." ucap Cindy.
"Mama, Nenek.." sapa Nita pada ke dua wanita yang baik hati itu, nenek yang lagi menggendong Shereen.
"Wajah duluan kamu yang sampai ya." ucap Nita mengelus lembut pipi Shereen..
"Kak Jenni kemana ma.?" ucap Nita.
"Ada di kamar lagi pompa asi nya." ucap Cindy.
"Kalau gitu Nita ke kamar ya ma." ucap Nita, Arion sudah lebih dulu kekamar.
Tok...tok... ceklek...
"Kamu..." ucap Arion yang terkejut membuka pintu, sedikit kesal dan bingung Napa Nita mengetuk pintu kekamar ya ini kan kamar mereka.
"Tuan, tas saya.?" ucap Nita.
Arion hanya menunjuk ke arah tas yang iya taruh di atas sofa...
"Terimakasih tuan sudah di bawain." ucap Nita mengambil dan menaruhnya di samping lemari.
__ADS_1