
Sudah empat bulan menikah Nita yang tetap sibuk di toko roti nenek Linda... Dirinya selama menikah Arion tidak pernah membiayai kebutuhan Nita, malahan mereka tidur pisah ranjang selama ini Nita masak nyuci pakaiannya saja miliknya sendiri. Sementara Arion semua kebutuhannya di kerjakan oleh Bi Ani.
Nita bercermin di kaca melihat pantulan dirinya sendiri dan melihat perut nya yang sudah nampak buncit itu yang tidak bisa lagi iya tutupin oleh baju besar selama ini iya pakai.
Bagaimana ini apa yang harus aku ucapkan? apa aku biarkan saja mereka tahun dan melihatnya sendiri, aku jadi pusing dan takut tapi aku yakin tuan Arion juga tidak akan peduli sama kehamilan aku. Ucap Nita dalam hati nya.
"Nona... boleh saya masuk.?" ucap Bi Ani yang mengetuk pintu kamar Nita, tapi tidak ada jawaban dari dalam.
tok...tok... "Nona... Nona..." ucap Bi Ani agak panik pada Nita.
"Kenapa bi.?" ucap Arion yang keluar dari kamarnya.
"Ini tuan, nona tidak ada jawabannya aku sudah mengetok pintu dari tadi.
Arion mengambil kunci serep yang ada di laci tapi tidak bisa di buka karena kunci masi tersangkut di dalam, akhirnya terpaksa Arion mendobrak pintu kamar Nita tersebut. Pintu terbuka Bi Ani mendekat melihat Nita yang sudah terbaring di lantai.
"Tuan, ada darah." ucap Bi Ani... Arion me dekat dan langsung mengangkat Nita dan membawanya kerumah sakit.
__ADS_1
Nita pun segera di tangani oleh para dokter betapa terkejutnya Bi Ani meminta dokter kandungan yang terbaik di rumah sakit ini untuk Nita dan memohon pada dokter tersebut.
"Tolong dok selamatkan ibu dan anaknya dok." ucap Bi Ani pada salah satu dokter.
"Baik Bu kami akan usahakan yang terbaik." ucap dokter.
Nita sedang di tangani oleh dokter, sementara Arion menatap bi Ani meminta penjelasan apa yang di ucapkan nya tadi pada dokter.
"Bi bisa jelaskan pada aku apa yang terjadi.?" ucap Arion yang melihat bi Ani menangis dan panik.
"Nona lagi hamil tuan." ucap Bi Ani.
"Iya tuan usia kandungan Nita sekitar 4 bulan." ucap Bi Ani.
"Tapi tidak nampak." ucap Arion.
"Tuan tidak pernah memperhatikan nona dari pakaian dan sikapnya setiap pagi muntah, sering letih dan gampang ngantuk." ucap Bi Ani.
__ADS_1
Dokter yang menangani Nita pun akhirnya keluar hampir dua jam di dalam.
"Tuan muda Arion, bisa kita bicara di ruangan saya.?" ucap dokter yang memang kenal dengan Arion.
Arion mengikuti dokter tersebut, sesampainya di ruangan dokter kandungan yang bernama ( Siska.sp OG ) tersebut menyuruh Arion duduk.
"Tuan, istri anda sekarang baik baik saja, anak anda juga baik baik saja, tapi saya minta anda harus menjaganya dan paling penting jangan membuatnya terlalu stres dan capek...Karena usia kandungan yang sudah mau masuk 5bulan ini dan untung aja bayi anda sangat kuat dan sehat." ucap dokter tersebut.
"Maksud anda.?" ucap Arion.
"Iya nona terlalu stres sehingga mengalami pendarahan... Tapi tidak bahaya karena untung aja anda langsung membawanya." ucap a
dokter Siska.
"Apa bisa buktikan bahwa anak ini adalah anak saya.?" ucap Arion, membuat dokter tersebut terkejut.
"Maaf tuan dengan kondisi seperti ini saya belom bisa ambil sampel, bagaimana tunggu bayi ini lahir." ucap dokter Siska ya g kaget akan ucapan Arion.
__ADS_1
"Baiklah." ucap Arion.
"Tapi sebelom itu sebaiknya anda me jaganya agar anda tidak menyesal nanti tuan." ucap dokter Siska.