CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Tatapan dingin.


__ADS_3

Nita berhasil membujuk nenek untuk pulang kerumah, ya walau dengan banyak nenek mengajukan syarat padanya Nita akan berusaha mewujudkan kemauan nenek asalkan nenek bahagia.


"Kasian aku pada Nita." ucap Jenni.


"Sayang Nita wanita yang sangat baik ia mengorbankan kebahagiannya hanya untuk kebahagian nenek." ucap Jimmi.


"Mama apa tidak ada cara lain.?" ucap Jenni.


"Sayang, maksud nenek kalau Nita dan Arion terpisah bagaimana mereka bisa saling mencintai.?" ucap Cindy.


"Tapi mah.." ucap Jenni.


"Udah, kamu jangan bahas lagi, nanti nenek mendengarnya." ucap David.


"Baiklah pah." ucap Jenni yang memanyunkan bibirnya.


Nita menjelaskan pada paman, bibi dan nenek di telepon walau Paman Herman tidak terima tapi apa boleh buat ini demi rumah tangga ponakan yang ia sayang karena biar bagaimana nenek Siti juga tidak mau ada perceraian di pernikahan cucu nya.


"Terimakasih atas pengertian kalian." ucap Nita lalu menutup teleponnya.


...******...


Sementara Arion kerumah sakit untuk menjenguk nenek Linda...


"Sus, mana pasien di kamar ini.?" ucap Arion yang keluar lalu bertemu dan melihat suster lewat, karena kamar nenek Linda kosong.

__ADS_1


"Pasien kamar ini sudah pulang tuan tadi siang." ucap suster.


"Ooh terimakasih ya." ucap Arion lalu pergi.


Di dalam mobil Arion berusaha menghubungi Cindy mama nya tapi tidak di jawab jawab, akhirnya Arion menghubungi papa nya David juga tidak di angkat akhirnya Arion menuju kerumah besar...


Sesampai disana Arion melihat semua sedang di ruang keluarga yang lagi asik berbincang dan ketawa tawa, Cindy yang memangku Shereen, Vina dan Vini yang lagi asik main bersama bayi kecil.


David yang lagi berbicara pada Jimmy dan Rony... Nenek Linda yang happy yang lagi berbicara pada Jenni, Lusi, dan Cindy.


"Hallo semuanya." sapa Arion yang baru datang terlihat senyum bahagia.


Semua menoleh ke arah Arion... Hanya nenek Linda yang menyambutnya.


"Kamu baru datang.?" ucap nenek.


Sementara Jenni, Cindy dan Lusi hanya diam saja...


" Aduh Arion sudah lapar tapi Arion mandi dulu ya." ucap Arion lalu pergi ke kamarnya.


"Anak itu tidak ada dewasanya." ucap Jenni.


Sementara Nita menyiapkan makan malam untuk semuanya...Nita membantu para pelayan di dapur dirinya memang masih merasa canggung bila harus berkumpul dengan keluarga besar, Nita masih sadar diri tapi sayang Arion selalu salah paham pada dirinya.


"Nenek, mama, papa dan semuanya makan malam sudah siap." ucap Nita lalu mengambil Irwan.

__ADS_1


"Suruh Dea yang jaga Irwan." ucap Cindy.


"Baiklah mah aku akan minta tolong pada kak Dea." ucap Nita.


Semua sudah kumpul di meja makan, Shereen yang di jaga oleh Suli, Irwan yang di jaga oleh Dea...Selesai mandi Arion turun untuk gabung makan malam, betapa terkejutnya Arion melihat Nita mata mereka saling bertemu, Arion yang menatap tajam pada Nita dan duduk bersebelahan.


Suasana makan yang lain biasa saja, tapi tidak untuk Nita hatinya sangat takut melihat sikap Arion pada dirinya. Semua sudah selesai makan Nita pamit untuk kedapur.


"Kak Dea, makasih ya sudah bantu jagain Irwan." ucap Nita mengambil Irwan di tangannya.


"Iya Non sama sama." ucap kak Dea.


"Kak, jangan panggil aku Non." ucap Nita.


"Sudah saya mau lanjut kerja dulu..." ucap Dea.


Sementara Nita masi di dapur ia sangat takut bertemu Arion.


"Nita kamu disini.?" ucap Lusi.


"Iya Tante, Tante sendiri kenapa disini.?" tanya Nita balik.


"Saya cari kamu." ucap Lusi.


"Ada apa ya Tante.?" tanya Nita.

__ADS_1


"Kita ke taman, semua lagi disana." ucap Lusi.


"Biar saya disini saja Tante." ucap Nita pada Lusi.


__ADS_2