CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Bersiap-siap....


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu nyonya Linda memberitahu pada Dina bahwa dirinya ingin melamar Cindy, Dina sangat setuju dan mendukung karena bagi Dina Cindy sudah seperti adik kandungnya karena umur Emba Dina hampir sama dengan umur kak Rena, kakak Cindy.


Cindy berhak bahagia menurut Dina...sudah cukup dirinya menjadi tulang punggu keluarga. semenjak ayahnya meninggal, kak Rena yang bercerai dengan suaminya. uang jualan ibunya hanya cukup membayar listrik rumah, dan agar ibunya tidak merasa kesepian...


Gaji Cindy hanya untuk makan dan biaya keperluan rumah lainnya, gaji kak Rena untuk anaknya dan dirinya saja.


"Jadi kapan tanggalnya cin.?" tanya Dina.


"saya juga kurang tau emab, biar mereka yang atur saja emba." ucap Cindy sambil tersenyum padahal dirinya sangat malas membahasnya.


"semoga kamu bahagia ya cin." ucap Emba Dina.


"Makasih ya Emba." ucap Cindy dengan senyum terpaksanya.


Seandainya Emba Dina tau yang sebenarnya bahwa pernikahan aku adalah untuk melunasi hutang pada David.


"kamu pasti kalau sudah nikah,tidak akan kerja lagi di toko dong cin.?" tanya Dina sedikit sedih.

__ADS_1


"Masi Emba, aku tidak mau berhenti kerja emba." ucap Cindy...bagaimana tidak bekerja, Yanga dari mana Cindy untuk membayar hutangnya pada David kalau tidak bekerja.


"kamu lucu ya, itukan toko mertua kamu,terus buat apa kamu kerja lagi si.?" ucap Dina sedikit tertawa.


Dina dan putrinya Shifa pamit pulang karena waktu sebentar lagi sudah mau sore...Cindy, Bu Mira dan Jenni akan pergi makan malam di undang oleh tuan Doni dan keluarga.


_______________


"Kak David...boleh Lusi masuk.?" tanya Lusi yang mengetuk kamar David yang baru pulang dari luar kota.


"ya..masukla." ucap David dari dalam kamarnya.


"Kak, nanti kak Cindy dan ibunya mau datang kesini makan malam, apa sebiaknya Kaka jemput mereka kak.?" tawaran Lusi.


David yang mendengar itu, melirik ke arah Lusi...


"Kamu, kenapa ikot campur biarkan saja mereka datang sendiri,atau suruh pak Yuda saja yang jemput mereka." ucap David yang serius dengan laptop kerjanya.

__ADS_1


"Kak biar ibu kak Cindy yakin bahwa kakak mencintai putrinya kak." ucap Lusi.


David diam mendengar ucapan Lusi adiknya...lalu menutup laptopnya dan langsung berdiri..Lusi yang melihat langsung bertanya pada kakaknya, denga posisi Lusi yang masi duduk di sofa kamar David.


"kak,kakak mau kemana?" tanya Lusi, sementara David sudah di dekat pintu.


"bukan kamu tadi nyuru aku jemput Cindy kerumah bukan.?" ucap David.


Lusi akhirnya ikot keluar dari kamar David, iya sangat senang kakaknya mau menjemput Cindy dirumahnya, jadi kesannya bahwa David memang mencintai Cindy..agar Bu Mira tidak curiga dengan hubungan David dan Cindy.


Sementara dirumah Cindy...


"Bu biar Cindy saja yang urus Jenni Bu, biar ibu siap-siap saja dulu." ucap Cindy.


"baikla...Cindy siapa yang jemput kita kesana, apa kita naik taksi saja cin.?" ucap Bu Mira.


"Iya Bu biar kita naik taksi saja Bu...soalnya tidak enak sudah di undang Bu,sampai merepotkan segala." ucap Cindy, ya seharus emang David yang jemput menurut Cindy, tapi Cindy tau posisinya.

__ADS_1


Saat Cindy lagi menguncir rambut Jenni...pintu rumahnya ada yang mengetuk...karena iya yang lagi diruang tamu jadi Cindy yang membukakan pintu untuk tamunya itu yang mengetuk pintu.


__ADS_2