
Nita hanya menatap kartu itu, untung saja Irwan sudah tenang tapi hatinya sakit dan sedih sekali atas sikap Arion pada dirinya ya selama 9 bulan menikah Arion sangat cuek dan tidak pernah sedikit saja peduli pada dirinya atau anak yang dikandungnya.
( Apa yang harus saya lakukan... Bila saya kabur saya takut mempengaruhi kondisi nenek Linda, tapi saya sudah tidak tahan lagi dan sudah menyerah Tuhan, papa dan mama paa yang harus Nita lakukan? ) ucap Nita di dalam hatinya.
"Apa segitunya tuan Arion membenci diri ku.?" gumam Nita pada dirinya sendiri.
Pagi yang cerah matahari yang sangat hangat hari ini...
Hari ini Arion berangkat pagi pagi sekali bersama Rudy untuk pergi ke kota Q melihat proyek yang sedang di bangunnya. Di sepanjang jalan Rudy selalu bertanya pada Arion tentang hubungannya pada Nita.
"Parah Lo Arion... Jadi Lo kasih dia kartu senilai 500 juta untuk dia pergi, anak bayi itu juga malah nangis lagi." ucap Arion.
"Gila Lo ya... Jelas dia nangis mama nya Lo perlakukan seperti itu bayi saja tau Ion... Dan kamu tidak ada perasaan sama sekali, Seandainya Nita benar pergi apa Lo tidak mikir kondisi nenek Linda gue rasa Nita mikirin kondisi nenek." ucap Rudy panjang lebar.
"Wanita kayak dia pasti hanya mikirin uang.." ucap Arion.
"Jadi Lo kerja capek uang Lo kalau bukan buat istri dan anak Lo buat siapa?" ucap Rudy sangat emosi pada sahabat sekaligus bosnya ini.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di lokasi proyek... Arion memang sangat serius dalam bekerja... Setelah makan siang mereka langsung balik kerumah masing masing.
Sesampai di rumah Arion melihat Nita, mama Cindy, Tante Lusi, kak Jenni, Vina dan Vini serta Shereen dan Irwan. mereka lagi berbincang di taman belakang dekat kolam ikan. Nita yang lagi mengupas buah kolam ikan terletak di dekat jendela kamar Arion jadi dari jendela Arion memperhatikan mereka.
"Nita, lebih baik kamu dan Arion tinggal disini." ucap nenek.
"Tapi kan nek, sayang apartemen yang sudah di beli Arion kalau tidak di tinggalin." ucap Nita.
"Tapi apartement itu kecil sayang." ucap Cindy.
"Awal dari mana Tante.?" ucap Jenni.
Sementara Vina dan Vini sibuk dengan Dede bayi Irwan dan Shereen.
"Saya rasa setelah 1bulan saya akan balik ke apartement." ucap Nita.
"Lebih baik setelah tiga bulan saja Nita." ucap Jenni.
__ADS_1
"Kakak tenang saja disana ada bibi Ani yang akan bantu saya." ucap Nita.
"Bibi Ani hanya sampai sore saja." ucap Lusi.
"Ya,." ucap Nita..
"Nenek... Mama apa boleh saya bekerja lagi di toko roti.?" ucap Nita membuat semua menoleh pada dirinya.
"Untuk apa kamu bekerja lagi.?" ucap Jenni.
"Aku takut bosen saja kak, aku juga kerja sambil bawa Irwan makanya aku mau kerja di tempat nenek." ucap Nita di selingin tawanya yang manis dan tulus.
Nita sadar Arion memperhatikan dari jendela, ia hanya menundukkan kepala setelah matanya bertemu mata Arion.
( Apa sebenci itu tuan muda pada saya.? ) ucap Nita dalam hatinya.
Hari berlalu dan sekarang sudah dua bulan Nita tinggal di rumah Cindy dan nenek Linda... Satu bulan Nita tidur di kamar Arion di kamar itu ada foto pengantin mereka yang memang nenek dan Cindy yang menaruhnya.
__ADS_1