
Cindy dan David sedikit lega mendengar kabar yang di berikan dokter... Tetap saja Cindy sangat khawatir pada mantunya itu, dirinya tidak habis pikir pada Arion putranya yang sangat cuek dan tidak peduli pada Nita istrinya yang sedang hamil...
"Sayang kita ke kamar Jenni ya." ucap David ajak Cindy.
"Aku temenin Nita saja, disini kasian dia kalau Jenni ada Jimmi yang jaga." ucap Cindy.
"Baiklah saya ke kamar Jenni nanti aku balik lagi." ucap David pada istrinya itu.
"Iya nanti kamu jelasin sama Jenni." ucap Cindy...
David pergi kekamar Jenny putrinya yang lagi menggendong bayi perempuannya yang lucu.
"Eeeh cucu oppa lagi main sama mami ya.?" ucap David yang baru masuk.
"Mana mama, pah.?" ucap Jenni.
"Lagi temenin Nita kasian sendirian." ucap David sambil menggendong bayi perempuan Jenni dan Jimmi yang bernama ( Shereen Setiawan ).
"Kasian Nita." ucap Jenni sambil melihat ke arah adik laki lakinya yang bernama Arion yang lagi duduk sambil main hp.
"Dokter bilang apa, bagaimana bayinya, tadi aku liat tuan Jasper juga sudah di taruh di kamar rawat.?" ucap Jimmi.
"Nita terlalu capek dan stresss." ucap David.
"Kasian sama Nita ya pah." ucap Jenni.
__ADS_1
"Siapa yang kasian.?" ucap nyonya Linda yang baru tiba.
"Nenek." ucap Jenni.
"Mama..." ucap David.
"Kemana Cindy dan Nita.?" tanya nyonya Linda.
"Cindy lagi temenin Nita mah."ucap David.
"Temenin Nita, emang kenapa dengan Nita.?" ucap nenek Linda.
"Nita pingsan nek." jawab jenny.
"Nek... Aku emang dokter sekalinya aku disana aku bisa apa.?" jawab Arion lalu bangkit pergi.
"Arion... Kamu." ucap nenek Linda langsung pingsan.
David panik Jimmi langsung memanggil dokter semua tidak menghiraukan sikap Arion lagi mereka fokus pada nenek Linda... Arion berbalik mendengar teriakan memanggil nenek Linda yang pingsan.
"Nenek... Maafin Arion." ucap Arion karena Arion sangat sayang sekali pada nenek Linda.
"Papa ngk habis pikir apa yang terjadi pada kamu." ucap David sambil menunggu dokter periksa nenek Linda.
"Maafin Arion pah..." ucap Arion.
__ADS_1
"Aku tidak peduli kamu tidak, perhatian pada istri dan mertua kamu tapi apa bisa kamu berikan sedikit perhatian kamu untuk anak kamu." ucap David.
Arion hanya diam mendengar ucapan David papa nya yang memang selama ini menahan diri untuk tidak marah padanya.
"Mama..." ucap Nita yang sudah sadar melihat Cindy yang lagi duduk.
"Kamu sudah sadar.?" ucap Cindy.
"Maafin Nita ya mah, sudah merepotkan mama dan yang lainnya." ucap Jenni.
"Iya... kamu jangan pikirkan sekarang kamu pikirkan bayi kamu ya sayang." ucap Cindy.
"Ayah kamu sudah selesai operasi dan sudah di pindahkan di kamar rawat." ucap Cindy.
"Saya tidak tahu bilang apa sama mama dan keluarga mama, hanya ucapan terimakasih dan kata maaf yang bisa saya katakan ma." ucap Nita.
"Sayang kamu sudah mama anggap seperti putri mama sendiri, jadi jangan pikir yang aneh aneh ya sayang." ucap Cindy.
"Maafkan Arion ya Nita." ucap Cindy.
"Mama, ini buka salah tuan muda." ucap Nita.
"Nita, ini adalah kesalahan keluarga kami sehingga membuat kamu jadi seperti ini." ucap Cindy.
"Mama disini tidak ada yang di salahkan, mungkin Nita yang tidak bisa mengambil hati tuan muda." ucap Nita.
__ADS_1