
Nita lega bisa bebas dari tatapan mata Arion yang seakan sudah siap untuk membunuhnya atau memakannya hidup hidup...
"Saya permisi dulu..." ucap Nita yang menyusul Cindy dan yang lain.
Setelah terlihat nampak sudah jauh... Rudy berkata pada Arion akan sikapnya Arion pada Nita.
"Rion, kasian Nita dia hanya korban." ucap Rudy.
"Korban apa, dia merasa senang karena akan menikah dengan saya hidupnya akan bebas dari kemiskinan ayahnya tidak akan di taruh di panti lagi, makanya dia membuat jebakan." ucap Arion.
"Jadi kamu ngerasa kamu yang di perkosa nya.?" ucap Rudy.
"Aku rasa Nita tidak seperti itu." ucap Dewy.
Arion akuin iya yang merasa menikmatinya malam itu walau terpengaruh obat perangsang dan alkohol Arion masi merasakan nikmatnya tubuh Nita malam itu.
__ADS_1
"Sudah aku balik dulu ya." ucap Arion pamit pada kedua pengantin yang lagi bahagia itu...
Jujur sebenarnya dulu Arion sangat kasian padan Nita tapi entah kenapa sekarang arion berusaha membencinya. Walau berusaha membenci Nita hati Arion sebenarnya tidak bisa membohongi perasaanya.
Pukul 23.00 jam 11 malam Arion sampai di rumah semua penghuni rumah sudah pada tidur, tapi saat Arion hendak ke kamar ia melihat di dapur ada sebuah cahaya, Arion menghampirinya.
"Sedang apa kamu.?" ucap Arion yang membuat terkejut.
"Tuan muda, saya hanya merasa lapar." ucap Nita, ya wanita itu adalah Nita. Arion menyalakan lampu dapur.
"Sebenarnya saya tidak pernah lapar tengah malam." ucap Nita yang tidak di hiraukan Arion, malah di tinggal masuk kamar oleh Arion.
"gila gadis itu makan semalam ini, biasa tidak pernah dan tadi juga dia sudah makan banyak." gumam Arion pelan.
Arion turun kebawah di lihatnya lampu dapur yang masi menyala.... Arion sengaja turun dan berpura pura ambil minum. Nita yang melihat hanya tersenyum pada Arion karena percuma bicara pada Arion yang sudah sangat membencinya dulu setiap Nita tanya Arion pasti akan menjawabnya...
__ADS_1
Sekarang jangan harap pertanyaan Nita akan di jawab oleh Arion.
"Rapikan semua dan bersihkan semua." ucap Arion pada Nita lalu pergi meninggalkan Nita sendiri.
"Baik tuan..." ucap Nita pelan, karena Arion sudah langsung pergi meninggalkannya yang lagi asik menikmati makannya itu.
Pagi pun tiba seperti biasa Nita sudah bangun untuk mengerjakan tugas nya menyiapkan obat nenek, menyapu taman belakang sebelum berangkat ke toko roti milik nenek Linda. Tapi entah ke napa saat dirinya lagi asik mandi dan gosok gigi Nita malah muntah dan memuntahkan semua isi perut nya yang iya makan tadi malam.
"Bibi Ita lagi masak apa.?" ucap Nita.
"Ini sayur kesukaan kamu." ucap bibi Ita yang sangat akrab sekali pada Nita dan Nita sudah menganggapnya seperti ibu sendiri.
"Ooh ya, kok baunya aneh ya Bi... Rasanya aku pusing menciumnya." ucap Nita yang merasa heran pada dirinya saat ini.
"Masa, perasaan bibi tidak ada yang bibi kurangi resepnya dan bumbunya semua sama loh Nita." ucap Bi Ita yang merasa heran pada Nita.
__ADS_1
"Benar bi, perut aku rasanya gk enak dan mau muntah Bi.. Tapi gk bisa karena tadi aku gosok gigi sudah ku keluarin semua bi." ucap Nita membuat bi Ita curiga.
"Apa kamu hamil Nita.?" ucap bi Ita.