
"Pak anda memanggil saya.?" ucap seorang OB yang mengetuk pintu.
"Kamu sudah makan.?" ucap Arion.
"Iya pak belom." ucap ob tersebut.
"Ini ambilah, sebelom makan kamu suruh kucing coba dulu." ucap Arion. Membuat Nita meneteskan air matanya.
"Baik pak, terimakasih saya permisi dulu." ucap OB tersebut.
OB itu pergi meninggalkan ruangan Arion. Jadi hanya tinggal Nita dan Arion saja di ruangan tersebut.
"Sekarang ngapain kamu masi berdiri disitu.?" ucap Arion.
"Kalau gitu saya permisi tuan." ucap Nita langsung pergi, air matanya menetes dengan deras.
Nita berjalan menuju halte bus, padahal makanan itu nenek yang menyuruhnya untuk bawakan ke Arion, tanpa bertanya dan menjelaskan Arion sudah bersikap kasar pada Nita. Setelah Nita keluar Arion turun kebawah untuk membeli makan siang..
Arion menuju lobby untuk menaiki mobilnya, Arion keluar dari gedung yang tinggi itu. Saat lewat depan halte bus Arion melihat Nita yang lagi berdiri sambil mengusap wajahnya yang basah. Dengan pelan iya melewati Nita dan dari kaca spionnya iya melihat Nita, jujur hatinya tidak tega pada Nita tapi entah kenapa Arion ingin sekali membenci dan bersikap kasar pada Nita.
Malam hari suasana makan malam di rumah kediaman Wijaya...
__ADS_1
"Jenni... nanti setelah melahirkan kamu tinggal disini saja ya dulu.?" ucap Cindy.
"Tapi ma, mama mertua aku suruh tinggal bersama nya." ucap Jenni.
"Benar kata mama kamu, lebih baik kamu tinggal disini saja." ucap nenek Linda..
"Nanti juga Arion akan kasih kalian cucu." ucap Jenni melirik adiknya. Tapi yang di lirik cuek saja, sementara Nita iya gugup dan tegang. Sampai sekarang Nita belum bisa jujur masalah kehamilannya.
" hallo semua." ucap Lusi baru datang.
"Tante Lusi..." ucap Jenni yang senang sekali melihat Lusi serta si kembar datang.
"Malam... Nona." sapa Nita, yang bangkit dan pamit ke belakang.
"Iya." ucap Nita berbalik.
"Kamu panggil aku apa.?" ucap Lusi.
"Nona." ucap Nita mengulang.
"Hey... sayang kamu istri Arion, panggil saya Tante juga." ucap Lusi memeluk dan cipiki cipika pada Nita.
__ADS_1
"Maaf, Tante." ucap Nita gugup.
Nita langsung ke dapur dan tidak balik lagi untuk kumpul pada mereka Nita malah memilih kumpul pada para pelayan dan mendengar cerita pelayan di dapur.
"Nita kenapa kamu disini." ucap Dea yang dekat sama Nita.
"Aku lebih nyaman disini kak, dan dulu juga aku disini." ucap Nita. tapi saat lagi berbincang tiba tiba Nita mual iya langsung kekamar mandi , Dea menyusul Nita dan membantu Nita memijitkan palanya.
"Kamu kenapa Nita.?" ucap Dea.
"Aku gpp kok kak, nanti juga sembuh aku sedikit pusing, aku ijin baring di kamar Kaka ya." ucap Nita, tapi saat Nita ingin kekamar Dea Arion sudah melihat Nita muntah tadi.
"Nita bangun." ucap Cindy.
"Belakangan ini aku lihat Nit gampang capek nyonya, tadi juga dia muntah." ucap Dea pada Cindy.
"Mama..." ucap Nita yang kaget melihat Cindy.
"Kenapa kamu tidur disini,? dan apa kita kedokter saja.?" ucap Cindy memegang kening Nita.
"Tidak usah ma, aku sudah baikan. dan aku ingin kekamar dulu mah." ucap Nita.
__ADS_1
Di dalam kamar Arion sudah di atas ranjang, tapi saat Nita melihat ke sofa ad sebuah bantal dan selimut. Nita paham dirinya langsung membersihkan badan kekamar mandi dan berganti pakaian lalu tidur di sofa.