
Nita beres2 setelah menidurkan putranya dan memberikannya asi.
"Anak mama, yang sehat ya sayang ." Ucap Nita lalu mencium kening putranya yang masih bayi.
Hati Nita entah kenapa sangat perih dan sakit sekali, untung saja dirinya saat ini anak putranya mungkin Nita tidak akan sanggup menjalani semua ini sendirian.
tok...tok...pintu kamar Nita di ketok.
Ceklek... suara pintu di buka oleh Nita.
"Mama, ada apa mari masuk mah.?" ucap Nita.
" Iwan sudah tidur.?" ucap Cindy.
"Sudah ma, baru saja aku susuin juga." ucap Nita.
"Nita, maafkan sikap Arion mama yamin suatu saat Arion akan sadar." ucap Cindy merasa tidak enak.
"Mama tenang saja, Nita biasa saja tuan muda sangat baik Nita juga tahu itu mama... Jadi mama tenang saja." ucap Nita yang menahan air matanya.
"Terimakasih ya sayang kamu mengerti, kalau gitu mama permisi dulu." ucap Cindy.
Nita hanya senyum saja ia memberikan senyum terbaiknya pada Cindy...
__ADS_1
"Nanti, Suli atau Dea yang akan temani kamu disini." ucap Cindy
"Biar mah aku sendiri saya, aku bisa mama." ucap Nita.
"Sudahlah tidak apa apa... Makan malam sudah siap, kamu makan dulu." ucap Cindy lalu turun atau keluar kamar Nita .
"Mama..." ucap Arion yang berpapasan pada Cindy mama nya di tangga.
"Kamu sudah pulang." ucap Cindy...
"Iya, mama kenapa menangis.?" ucap Arion yang melihat air mata mama nya jatuh saat bicara padanya.
"Untuk apa kamu perduli." ucap Cindy yang menghapus air matanya.
Saat Arion dan Cindy lagi berbicara anak kak Jenni Shereen menangis dan di gendong oleh kak Jenni.
"Jen, kenapa She.?" ucap Cindy.
"Biasalah mah, papi nya mandi dia drama nangis paling sedih kalau liat papa nya gtu." ucap Jenni.
"Aduh cucu Oma, papi mandi dulu... She sama oma dulu ya." ucap Cindy yang mengambil Shereen dari Jenni.
"Kamu baru pulang.?" tanya Jenni pada Arion, sementara Cindy sudah turun bersama Shereen.
__ADS_1
"Iya aku abru sampai kak, aku mandi dulu ya kak." ucap Arion lalu pergi kekamar nya.
Saat Arion buka pintu kamarnya dirinya merasa heran dan bingung kenapa Nita dan anaknya tidak ada di kamarnya.? Arion memperhatikan sekeliling kamarnya yang tertata rapih dan tidak ada wangi minyak telon bayi...Arion merasa bingung bukannya tadi bilang mereka tinggal disini, nak bertanya pada orang di rumah ini Arion merasa malu.
"Wah jagoan opa, sama Oma sudah keluar." ucap David yang langsung mengambil Irwan dari Nita.
"Kamu makan dulu biar Irwan sama kami, kamu kan menyusui." ucap nenek Linda.
"Tidak apa apa biar kalian saja duluan." ucap Nita.
"Kamu jangan merasa tidak enak Nit." ucap kak Jenni.
"Iya kak, aku biar belakangan saja." ucap Nita.
"Kita sama sama saja yuk, kan sama sama menyusui." ucap Jenni.
"Iya lebih baik kalian berdua makan duluan." ucap Cindy.
"Sudah kamu jangan malu." ucap Jenni menarik Nita ke meja makan.
Jenni dan Nita makan lebih duluan, sementara yang lain menjaga bayi Nita dan Jenni. Arion dan Jimmy turun bersamaan.
"Mana anak papi." ucap Jimmy pada putrinya yang berusia 3bulan... Shereen senang melihat Jimmy datang dan meminta untuk di gendong papinya segera.
__ADS_1