
Saat nyonya Linda ingin berbicara terdengar suara tangisan Jenni yang sudah mulai teringat mama nya Rena..
"Anak siapa di atas yang menangis.?" tanya nyonya Linda..
"Maaf nyonya...saya mengajak ponakan saya hari ini.." ucap Cindy dengan ragu sambil meremas jari-jarinya.
"Ya sudah kamu diamkan dulu ponakan kamu cin.." ucap nyonya Linda, dan akhirnya Cindy berjalan meninggalkan dina dan nyonya Linda berduaan..
Selesai menenangkan Jenni Cindy turun kebawah menemui nyonya Linda..
"Maaf nyonya lama.."ucap Cindy yang sudah duduk di sebelah Emba Dina dan berhadapan dengan. yonya Linda.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa cin...kenapa ponakan kamu bisa ikot kamu.?" tanya nyonya linda..karena tidak biasanya Cindy bekerja membawa ponakannya atau anak kecil.
"Kakak saya ibu dari ponakan saya kabur nyonya dari rumah, dari semalam ponakan saya menangis mencari Kaka saya...sementara ibu saya tidak bisa tidur memikirkan kakak saya nyonya...terpaksa saya ajak ponakan saya kerja hari ini nyonya..karna dia juga tidak mau sama ibu nyonya..sekali saya minta maaf nyonya." ucap Cindy panjang lebar menceritakan alasan dia kenapa membawa jenni bekerja.
nyonya Linda mengerti dan tidak marah pada Cindy...iya justru menjadi kasian pada Jenni yang di tinggal oleh ibu serta ayahnya. Cindy menceritakan semua yang terjadi pada kakanya..
"Semua orang selalu punya masalah ya...saya juga pusing dengan putra saya...sekarang usianya sudah 25tahun tapi belom juga punya pacar atau teman wanita yang di kenalkan ke saya...sementara mama saya sudah menuntut putra saya menikah..." ucap nyonya Linda sambil sedikit menunduk dan memijat kepalanya.
"Masa si nyonya, tuan davidkan tampan tidak mungkin tidak punya pacar atau cewek yang suka sama tuan David nyonya.? saya aja mau nyonya sama tuan david" ucap Dina.
Cindy hanya ketawa..
__ADS_1
" itu Emba..kalau Emba da tua jadi jangan genit Emba.."ucap Cindy sedikit becanda.
"Kalau gitu sama kamu aja deh Cindy yang masi muda." ucap Dina serius.
" Apaan sih emba...masa saya sih emba.?" ucap Cindy.
"iya kenapa gak sama kamu saja ya Cindy..saya rasa suami saya akan setuju kalau sama kamu...soalnya ada cewek yang selalu ngejar anak saya...kami sedikit risih dengan sikapnya...tapi mau bagaimana lagi saya tidak bisa mengusirnya...suami saya dan putri saya juga tidak setuju dan tidak suka pada gadis itu." ucap nyonya Linda..
"Nyonya maaf bukan saya mau menolak...atau apalah, siapa si yang tidak mau sama putra anda nyonya...saya hanya takut seperti Kaka saya,mereka menikah berdasarkan cinta ,tapi bisa hancur apalagi misalnya aku dan putra anda menikah atas perjodohan bisa jadi apa nyonya pernikaha. ini...biarkan saja nyonya suatu saat nanti juga pasti tuan David menemukan jodohnya nyonya.."ucap Cindy yang memang dirinya sedikit takut menjalani sebuah pernikahan.
"Baiklah saya pamit dulu ya...Dina kamu hari ini mau pergi kontrol kan? biar pak Yuda antar saja,saya telephone putra saya buat jemput saya disini." ucap nyonya Linda... "biar sekalian juga David kenal sama Cindy." canda nyonya Linda.
__ADS_1
"tidak usah nyonya terimakasih atas tawaran nyonya." ucap Dina.
"Yasudah...saya pamit dulu ya.." ucap nyonya Linda.