
Nita yang baring di sofa, sambil memainkan ponselnya yang butut itu tapi masih bisa berfungsi dengan baik. Nita melihat browsing cara mengurus bayi...
"Besok kita akan pindah, kamu bawa barang yang kamu butuhkan." ucap Arion sambil fokus ke laptopnya.
"Ah... Baik tuan." ucap Nita.
Pagipun tiba Nita bersiap siap untuk sarapan, kali ini Nita tidak menyiapkan baju buat Arion. Mereka semua sarapan dan Arion pun pergi berangkat bekerja, Nita merapikan piring yang ada di meja makan.
"Kamu Nita, padahal sudah jadi istri Arion biarkan saja piring ini." ucap Lusi.
"Tidak apa Tante, lagian hanya membawa piring saja." ucap Nita. Semua diam dan membiarkan mereka semua bangga pada Nita yang tidak berubah masi sederhana.
"Nita, apa kamu bisa bujuk Arion untuk jangan pindah.?" ucap nenek Linda.
"Nenek, biarkan kami mandiri. Aku janji akan sering datang kesini." ucap Nita.
"Janji ya, kalau nenek yang akan sering datang kesana." ucap nenek Linda.
Nita hanya tersenyum, seandainya dirinya bisa berbicara pada Arion Nita akan melakukannya tapi ini sikap Arion yang sangat dingin padanya seakan membuat tembok pembatas agar Nita tidak bisa masuk menerobosnya.
__ADS_1
Dikantor...
"Kenapa kamu senyum... senyum.?" tanya Arion yang melihat Rudy pagi ini dengan wajah cerianya.
"Kamu ucapin selamat ke aku.?" ucap Rudy.
"Selamat." ucap Arion.
"Aku akan jadi seorang ayah Ion..." ucap Rudy memeluk Arion senang.
"Selamat ya kalau gitu." ucap Arion lagi.
Mendengar ucapan Rudy, Arion teringat Nita yang muntah seperti kakaknya dulu Jenni, saat Arion lagi memikirkan Nita tiba tiba ponselnya berdering.
"Hallo...Kak." ucap Arion di balik telepon, Jenni kakaknya yang menelepon.
"Rion, kakak ajak istri kamu belanja ya nanti pulangnya jam makan siang tolong kamu jemput ya, soalnya Kakak di jemput Jimmy jadi kita janjian ketemu makan siang disana ya." ucap Jenni.
"Baik kak." ucap Arion, Arion tidak bisa menolak permintaan kakaknya itu.
__ADS_1
Jenni dan Nita sampai di sebuah mall yang sangat besar di dalam harga barangnya cukup mahal dan bermerek semua.
"Aku selalu kesini pasti sama keluarga kakak, belom pernah sendirian." ucap Nita.
"Kamu kan pasti dikasih uang sama Arion, tidak apa apa kamu pakai aja untuk menghilangkan bosen kesini." ucap Jenni bisikin di telinga Nita.
"Kakak bisa saja." ucap Nita, Jangankan dikasih uang belanja, bicara aja tidak pernah kalau tidak penting." ucap batin Nita.
Selesai membeli keperluan bayi Jenni dan Nita pergi untuk makan siang, Jimmy telah sampai duluan di restoran saat mereka lagi pesan makan Arion tiba.
"Kamu kok telat." ucap Jenni.
"Maaf kak." ucap Arion. Nita terkejut ada Arion datang dirinya lupa memberi tahu Arion kalau ingin keluar. dengan malas Arion mencium kening Nita.
Selesai makan siang Jenni menyerahkan satu paper bag ke Nita.
"ini buat kamu Nita., Dari tadi disuruh milih gak mau terus. takut banget pakai uang kamu ion, dia sayang banget sama kamu takut duit kamu habis." ucap Jenni menggoda.
Arion baru sadar ia tidak membelikan Nita uang lagian Nita juga tidak minta ucap hatinya Arion.
__ADS_1
Mereka berpisah di mall, Arion yang jalannya sangat cepat, sementara Nita sengaja agarnya jalanya tidak sejajar dengan Arion ia memilih jalan di belakang Arion dan agak jauh dari Arion.