CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
Kabar duka...


__ADS_3

Cindy menghentikan salah satu suster yang berlari menuju ruangan ibunya...


"Sus, maaf apa yang terjadi pada ibu saya.?" tanya Cindy.


"Pasien keritis Bu, maaf saya buru-buru." jawab suster itu.


Didepan ruang Bu Mira Cindy berdiri dengan panik, Marco menyuruhnya duduk tapi tidak di perdulikan oleh Cindy.


"Tante kenapa Tante tidak duduk, Jenni pusing liat Tante bulak balik." ucap Jenni yang duduk di sebelah Marco.


Cindy akhirnya duduk mendengar ucapan Jenni.


"Maafin Tante ya sayang." ucap Cindy yang duduk di sebelah Jenni.


Sementara di tempat David.


"Roy, mana Handphone milik saya.?" tanya David.


"Tadi ada telepon tuan, tapi tidak ada namanya dan ada sebuah pesan masuk juga." ucap Roy menyerahkan ponsel David yang baru selesai metting dengan klien dari luar negri.


David mengecek siapa yang menghubunginya...

__ADS_1


"Roy kamu handel semua kerjaan yang belom selesai, saya pulang dulu." ucap David lalu pergi setelah membaca pesan dari Cindy.


Menuju mobil miliknya yang di parkiran... David keluar dari halaman kantor miliknya mengendarain mobil sendiri, memang kalau pulang dan pergi kerja David tidak di supirin oleh Roy. karena Roy hanya ketika pergi metting dan urusan kantor saja menyetiriin.


Menyelusuri jalan David menuju rumah mertuanya ibu Mira... mobil miliknya di parkir di depan minimarket tepi jalan, sampainya di depan rumah David mengetuk pintu rumah Bu Mira.


Tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah... Saat David ingin pergi ada seorang bapak-bapak lewat.


"Nak muda, anda cari Bu Mira ya.?" tanya bapak tersebut.


"Iya pak." jawab David dengan Rahma.


"Bu Mira masuk rumah sakit tadi malam, putri dan cucu nya juga Disana." ucap bapak itu.


"Iya...rumah sakit Kasih." jawab bapak itu lalu pamit pergi.


David pun pergi menuju rumah sakit yang di sebut bapak tadi... Hanya dua puluh menit David sudah sampai rumah sakit tersebut, Sampai di rumah sakit David mencari dimana ruang Bu Mira bertanya pada suster yang menjaga di bagian informasi di rumah sakit tersebut.


Melihat Cindy yang lagi berdiri di depan pintu kamar dimana ibu nya Bu Mira di rawat, David melihat Marco yang menggendong Jenni.


"Apa yang terjadi.?" tanya David yang sudah berdiri di samping Cindy.

__ADS_1


Cindy menangis sesenggukan, Hiksss....hiksss...hiksss...


"i...ibu saya tuan, dia pingsan dan koma." ucap Cindy sambil menangis, David langsung memeluk Cindy dan mengajaknya duduk di bangku.


"Kamu harus ingat bayi kamu." ucap David.


Cindy menganggukkan kepalanya tanda iya...sementara Marco yang masi tetap duduk bersama Jenni di seberang kursi Cindy dan David. ya Marco sudah terima kalau Cindy sekarang sudah milik David.


Dokter yang menangani Bu Mira keluar dari kamarnya. Cindy dan semua yang ada langsung berdiri mendekat ke dokter tersebut.


"Bagaimana dengan ibu saya dok.?" tanya Cindy.


"Maafkan saya." ucap dokter itu yang mengenali David lalu memberi hormat.


"Maksud dokter.?" tanya Cindy.


"Saya sudah berusaha, tapi ibu anda tidak bisa di selamatkan." ucap dokter itu.


"Tidak dok...dokter harus selamatkan ibu saya." ucap Cindy lalu pingsan dan di pegang oleh David ya g dari tadi memegang pundak Cindy.


Cindy di bawa keruang kamar rawat untuk di periksa juga, oleh dokter kandungan...sementara Marco dan dokter mengurus jenazah Bu Mira.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2